PorosLombok.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Budi Wartono langsung menginstruksikan kesiagaan penuh menyusul terdeteksinya bibit siklon tropis 90W dan 93W di perairan NTB, Kamis (5/3/2026).
Fenomena alam tersebut diprediksi memicu cuaca ekstrem berupa angin kencang serta gelombang tinggi yang mengancam keselamatan aktivitas masyarakat di sepanjang garis pantai maupun area perkotaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Budi Wartono meminta warga pesisir meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap perubahan situasi laut yang bisa berubah sewaktu-waktu akibat tekanan rendah tersebut.
“Kami menghimbau kepada masyarakat, terutama yang berada di wilayah pesisir, untuk lebih waspada dan tetap memantau perkembangan pembaruan cuaca resmi dari BMKG,” ujarnya.
Instansi terkait kini memperketat pengawasan pada titik-titik rawan bencana guna memastikan respon cepat jika terjadi kedaruratan akibat dampak tidak langsung dari pergerakan pusaran angin tersebut.
Pejabat yang baru dilantik ini menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah meminimalisir risiko kecelakaan laut bagi nelayan maupun kerusakan materiil bangunan di darat.
“Dua bibit siklon ini dapat memicu terjadinya angin kencang dan gelombang laut yang tinggi sehingga menjadi atensi utama kami di lapangan,” katanya.
Langkah mitigasi di area pusat kota juga diperkuat untuk mencegah jatuhnya korban jiwa akibat peristiwa pohon tumbang yang kerap terjadi saat cuaca buruk melanda wilayah Mataram.
Tim reaksi cepat dilaporkan telah melakukan penyisiran ke sejumlah ruas jalan protokol guna memastikan dahan pohon yang rimbun tidak membahayakan para pengguna jalan saat angin kencang menerjang.
“Untuk potensi pohon tumbang, dinas terkait sudah melakukan perampingan dahan di berbagai titik sehingga kondisi saat ini relatif aman,” jelasnya.
BPBD berkomitmen menjaga jalur komunikasi intensif dengan pihak BMKG guna memperbarui basis data prakiraan cuaca secara berkala agar informasi peringatan dini tersampaikan secara akurat.
“Intinya koordinasi terus kami tingkatkan demi menjamin keamanan dan keselamatan seluruh warga Kota Mataram di tengah ancaman dampak bibit siklon tropis ini,” pungkasnya.*
















