Wali Kota Mataram Lawan Inflasi Lewat Jalur Masjid di Safari Ramadan

Wali Kota Mohan Roliskana gelar Safari Ramadan di Mataram guna jaga stabilitas harga pangan lewat bazar murah di masjid mulai pekan depan.

PorosLombok.com – Pemerintah Kota Mataram menjadwalkan agenda rutin guna mempererat silaturahmi dengan warga pada pekan depan. Wali Kota Dr. H. Mohan Roliskana dan Wakil Wali Kota TGH. Mujiburrahman akan turun menyapa masyarakat melalui Safari Ramadan, Senin hingga Jumat (2-6 Maret 2026).

​Pemkot Mataram mengemas kegiatan religi ini secara inklusif dengan menghadirkan bazar sembako di setiap lokasi kunjungan. Langkah tersebut menjadi strategi nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan selama bulan suci bagi warga setempat.

​Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara mulai bergulir sesudah pelaksanaan salat Asar. Oleh karena itu, pemilihan waktu ini menyesuaikan tingginya mobilitas masyarakat menjelang momen berbuka puasa di wilayah tersebut.

​”Acaranya tetap mengedepankan aspek religi dan silaturahmi di masjid yang telah ditentukan,” kata Lalu Martawang di Mataram, Jumat (27/2).

​Selain itu, ia menambahkan bahwa kehadiran pimpinan daerah bertujuan menyerap aspirasi sekaligus memastikan kondisi wilayah tetap kondusif. Agenda Safari Ramadan ini menjadi momentum penting yang memperkuat hubungan emosional antara pejabat dan rakyat secara langsung.

​Sementara itu, keberadaan pasar murah berfungsi sebagai instrumen strategis pemkot dalam menekan laju inflasi daerah. Pemerintah mengantisipasi tren kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap membebani warga selama bulan suci.

​”Tujuannya sekaligus menjaga harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan,” jelasnya.

​Kemudian, warga Mataram biasanya menunjukkan antusiasme tinggi karena mereka mendapatkan bahan pangan dengan harga di bawah standar pasar. Berbagai komoditas berkualitas dalam agenda Safari Ramadan tersebut tetap memiliki harga terjangkau bagi kelompok ekonomi menengah bawah.

​Di sisi lain, pihak panitia telah menetapkan daftar masjid yang akan dikunjungi guna memastikan pemerataan jangkauan program. Tim terus mematangkan koordinasi dengan pengurus tempat ibadah agar pelaksanaan operasional lapangan berjalan lancar.

​Hasilnya, melalui perpaduan kegiatan religi dan ekonomi ini, pemkot optimistis daya beli masyarakat tetap terjaga. Suasana ibadah pun akan berlangsung khidmat tanpa gangguan gejolak ekonomi yang berarti bagi warga kota.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU