PorosLombok.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram memperketat pengamanan pesisir menjelang puncak perayaan Lebaran Topat 1447 Hijriah. Tiga posko terpadu resmi berdiri di titik paling rawan kerumunan massa.
Langkah taktis ini menyasar objek wisata vital yang diprediksi akan dibanjiri ribuan pengunjung esok hari. Fokus penjagaan terkonsentrasi penuh di Pantai Loang Baloq, Pantai Boom Ampenan, serta Pantai Bintaro pada Jumat (27/03/2026).
”Kami menyiagakan tiga posko pengamanan dan pemantauan utama di Loang Baloq, Ampenan, dan Bintaro,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Budi Wartono.
Budi menjelaskan bahwa pengerahan personel dilakukan secara masif guna menjamin keselamatan warga yang merayakan tradisi ziarah makam dan wisata pantai. Total kekuatan yang diterjunkan mencapai 90 petugas terlatih.
”Sebanyak 60 personel akan menyebar merata di tiga lokasi keramaian tersebut untuk mengawasi aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Sisa kekuatan sebanyak 30 orang tetap bersiaga di Command Centre serta Markas Komando sebagai tenaga cadangan darurat. Skema ini diterapkan guna mempercepat respons jika terjadi insiden yang tidak diinginkan di lapangan.
Instansi terkait juga menjalin sinergi lintas sektoral bersama TNI, Polri, Polairud, hingga Satpol PP. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat pengawasan di sepanjang garis pantai yang menjadi pusat konsentrasi massa.
Kelompok Sadar Wisata serta aparat kecamatan setempat turut dilibatkan dalam memberikan imbauan aktif kepada para pelancong. Kerja sama ini penting untuk memastikan seluruh instruksi keselamatan sampai ke telinga pengunjung.
”Masyarakat harus mewaspadai potensi gelombang pasang yang bisa datang tiba-tiba saat aktivitas mandi di laut,” tegasnya.
BPBD memberikan catatan khusus mengenai risiko perubahan cuaca ekstrem yang rentan memicu kecelakaan laut di kawasan pesisir. Kewaspadaan tinggi menjadi syarat mutlak bagi warga yang membawa anggota keluarga ke area kolam atau bibir pantai.
Data prakiraan dari BMKG menjadi rujukan utama petugas dalam menentukan status keamanan di lokasi wisata religi tersebut. Penataan area parkir dan jalur evakuasi juga telah disiapkan secara matang oleh tim gabungan.
”Kami mengingatkan agar semua pengunjung tetap mengutamakan keselamatan jiwa di atas segalanya saat merayakan tradisi tahunan ini,” pungkasnya.*
















