Harga Cabai Rawit di Mataram Melejit Rp 90 Ribu, Disdag Ungkap Pemicunya

Lonjakan harga cabai rawit di Mataram menjelang Ramadan kian menjepit daya beli warga. Cuaca ekstrem dan gagal panen massal jadi biang kerok tipisnya pasokan di pasar.

Mataram – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus merangkak naik menjelang Ramadan. Lonjakan harga ini bahkan telah menyentuh angka Rp 90.000 per kilogram (kg).

​Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram mencatat kenaikan harga mulai terjadi sejak akhir Januari 2026. Setiap harinya, harga komoditas pedas ini merangkak naik rata-rata Rp 5.000 per kg.

​”Pasar Induk Mandalika hari ini menjual cabai rawit Rp 80.000 per kg. Padahal kemarin harganya masih Rp 70.000,” tegas Kabid Pengendalian Bapokting Disdag Mataram, Sri Wahyunida, Rabu (4/2/2026).

​Kenaikan lebih tinggi muncul di pasar-pasar lain seperti Pasar Kebon Roek. Para pedagang di sana mematok harga fluktuatif antara Rp 85.000 hingga Rp 90.000 per kg.

​Cuaca Buruk Picu Gagal Panen

​Wahyunida menunjuk cuaca buruk sebagai penyebab utama lonjakan harga ini. Mengutip data BMKG, cuaca ekstrem mengganggu proses produksi petani sehingga memicu gagal panen massal.

​Kondisi tersebut membuat stok pasar saat ini bergantung sepenuhnya pada cabai lokal. Sementara itu, kiriman stok dari Jawa dan Bali sangat minim karena daerah asal juga menghadapi kendala harga yang tinggi.

​”Faktor cuaca mengganggu produksi hortikultura. Akibatnya petani gagal panen dan stok di pasar menipis,” jelasnya.

​Harga Bawang Masih Terkendali

​Meski cabai rawit kian mencekik, beberapa harga kebutuhan lain masih bertahan stabil. Cabai merah besar dan cabai keriting tetap berada di angka Rp 30.000 per kg.

​Untuk komoditas bawang merah, pasokan asal Jawa dan Bali seharga Rp 28.000 per kg sukses meredam kenaikan harga bawang Bima yang sempat menyentuh Rp 33.000 per kg.

​Pemkot Siapkan Bazar Murah

​Pemerintah Kota Mataram kini menyiapkan langkah strategis untuk mengamankan stok menjelang Ramadan. Disdag berencana menggelar Operasi Pasar (Kopling) serta bazar murah bagi masyarakat.

​Dalam pelaksanaannya nanti, Disdag menggandeng Bank Indonesia (BI) guna menerapkan sistem pembayaran QRIS agar transaksi lebih mudah dan transparan.

​Wahyunida pun meminta warga tidak panik secara berlebihan. Ia menjamin stok barang masih tersedia di pasar meski harganya tengah melambung.

​”Kami pastikan stok masih aman untuk memenuhi kebutuhan harian. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan barang,” tutupnya.

(Ramli/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU