Mataram, Poros Lombok –Pemerintah Kota Mataram kini memperketat pengawasan wilayah guna menangkal berbagai aktivitas negatif remaja selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Langkah tegas tersebut menjadi bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan yang kerap meresahkan warga saat bulan puasa.
”Kami sudah menginstruksikan jajaran Dinas Pendidikan agar memberikan pembekalan khusus bagi seluruh siswa sebelum masa libur tiba,” ujar Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang.Kamis (19/02).
Pemerintah Kota Mataram menilai pencegahan melalui jalur sekolah sangat krusial agar anak didik memahami risiko keselamatan jiwa mereka.
“Kami meminta sekolah memastikan para murid tidak terlibat dalam aksi panco, ledakan petasan, hingga tawuran sarung,” katanya.
Melalui instruksi tersebut, pihak sekolah harus menanamkan nilai karakter supaya pelajar tidak terjebak dalam euforia negatif di jalanan.
”Petugas juga sudah menyelesaikan identifikasi lokasi yang kerap menjadi arena balapan liar serta ajang kumpul remaja,” jelasnya.
Kini Pemerintah Kota Mataram tengah memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum guna memetakan wilayah yang butuh atensi ekstra.
“Rekan kepolisian sudah menyodorkan sejumlah titik yang menjadi atensi bersama demi menjaga kekhusyukan umat beribadah,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Polresta Mataram sendiri melaporkan telah mengantongi daftar zona merah yang disinyalir menjadi pusat kerumunan massa.
”Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing secara swadaya,” tuturnya.
Pemerintah Kota Mataram berharap kolaborasi petugas dan warga dapat menekan potensi konflik horizontal akibat kenakalan remaja.
“Orang tua wajib memperketat pengawasan terhadap aktivitas buah hatinya agar tidak terjerumus dalam aksi yang merugikan,” pungkasnya.
(Poros Lombok)















