Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kontrasepsi, BKKBN Provinsi NTB Latih Para Bidan

PorosLombok.com, MATARAM –

Sebanyak 62 orang akseptor terlayani, ada 22 akseptor Intrauterine Device (IUD) dan 40 Implant pada peraktek lapangan pada Pelatihan Pelayanan Kontrsapsi Bagi Dokter dan Bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Faskes).

Adapun peserta pelatihan ini melakukan pelayanan di dua tempat, yakni Rumah Sakit Mandalika dan yang Praktek Bidan Mandiri (PBM) Desa Mangkung, Kamis (20/10).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Samaa’an, pada saat memantau kegiatan ini mengatakan, Pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) harus terus di galakkan, untuk menekan angka stunting di Nusa Tenggara Barat.

“Selama 2 hari melakukan praktek lapangan, capaian akseptor yang dilayani berjumlah 62 orang akseptor yang terdiri dari 22 Intrauterine Device (IUD) dan 40 Implant,” ucapnya

Sama’an menyampaikan bahwa, saat ini pelatihan yang ada cukup banyak jenisnya. Maka dari itu diperlukan pelaksanaan pelatihan KB yang terpadu sesuai standar Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM), guna memberikan acuan dan standar ter-update dalam pelaksanaan pelayanan KB bagi tenaga Kesehatan, sehingga dapat meningkatkan kompetensi bagi pemberi pelayanan KB serta meningkatan kualitas pelayanan KB.

“Dalam Program KB, tenaga Kesehatan merupakan elemen utama dalam peningkatan kualitas layanan, namun masih banyak tenaga kesehatan di NTB, yang belum memiliki kompetensi standar dalam memberikan pelayanan KB,” ujarnya

Untuk itu diharapkan para dokter dan bidan yang telah mengikuti pelatihan tersebut mempunyai kompetensi untuk melakukan pelayanan KB terutama MKJP kepada masyarakat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta dapat mengaplikasikan ilmunya dalam mensukseskan program KB.

Disamping itu, pencatatan dan pelaporan NEW SIGA dapat diterapkan dan dipahami dengan baik. Pada proses praktek lapangan ini membutuhkan kerjasama dari berbagai unsur seperti Penyuluh KB (yang bertugas menggerakkan akseptor), OPD KB (yang mengkoordinasikan) dan mitra kerja (Rumas sakit, IBI, PBM).

Sementara itu Koordinator Bidang Pelatihan dan Pengembangan. Setya Budi Irianta, menyampaikan bahwa pelatihan dilaksanakan dengan metode blended learning (metode campuran). Pelatihan daring melalui zoom meeting pada tanggal 3-12 Oktober 2022 (8 hari) dan pelatihan luring di Hotel Astoria pada tanggal 15-22 Oktober 2022 (8 hari).

Adapun Fasilitator pelatihan ini, tambahnya, berasal dari mitra kerja BKKBN yaitu dr. Ario Dananto SpOG (RSUP NTB/P2KS), dr. Ratih Brirah SpOG (RSUP NTB/P2KS), IGA Juliantari SST, MPH (Dinas Kesehatan Prov. LNTB) dan Mesayu SST, M.Keb (IBI).

Menanggapi kegiatan pelatihan ini, Bidan Ayuni, salah satu peserta pelatihan dari Lombok Barat mengatakan,pelatihan ini sangat membantu, mengingat banyaknya metode terbaru dan modernisasi, mengalami perubahan.

“Kita jadi lebih mengetahui cara pemasangan dan pembongkaran IUD dan Implan yang benar sesuai dengan SOP,” tandasnya.

diakuinya Kegiatan ini juga sangat menyenangkan bahkan dirinya tidak menyangka, pelatihan ini diadakan kembali. Ia berharap kegiatan pelatihan ini terus dilakukan setiap tahun.

“karena pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami mengingat masih banyak teman-teman kami yang belum dilatih,” pungkasnya (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU