Nasional, PorosLombok.com – Gunung Raung di Jawa Timur telah mengalami erupsi yang berdampak pada masyarakat di sekitar Bondowoso. Status gunung api ini tetap dalam kategori Waspada atau Level II, mengingat aktivitas vulkaniknya yang fluktuatif.*
Pada tanggal 24 Desember 2024, erupsi Gunung Raung menghasilkan kolom asap berwarna kelabu yang condong ke arah timur. Menurut Badan Geologi, erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 32 milimeter dan berlangsung selama lebih dari empat menit. Namun, pengamatan visual terhadap kolom erupsi terhambat oleh kabut yang menyelimuti puncak gunung.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hadi Wijaya, menyatakan bahwa masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung. Hal ini untuk mengantisipasi potensi bahaya yang dapat ditimbulkan dari aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Erupsi ini bukanlah kejadian yang tidak terduga, mengingat Gunung Raung telah berstatus Waspada sejak 19 Desember 2023. Pihak berwenang telah menerbitkan siaran pers terkait peningkatan aktivitas kegempaan untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Raung, Burhan, menjelaskan bahwa tipe letusan Gunung Raung adalah strombolian, dengan potensi bahaya primer berupa lontaran material pijar. Namun, dampak yang paling terasa bagi warga adalah hujan abu vulkanik yang telah melanda daerah Sumberwringin.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi telah melakukan sosialisasi jalur evakuasi untuk empat kecamatan yang berpotensi terdampak, yaitu Kalibaru, Glenmore, Sempu, dan Songgon. Masyarakat diharapkan mengikuti arahan dari instansi terkait dan tidak terpancing oleh berita yang tidak jelas mengenai aktivitas gunung.
Sejalan dengan rekomendasi dari PVMBG, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak mendekati pusat erupsi. Koordinasi dengan badan terkait seperti BNPB dan BMKG akan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga.
Dengan langkah-langkah antisipatif yang diambil, diharapkan ancaman bahaya dari Gunung Raung dapat diminimalkan, dan masyarakat tetap aman dalam menghadapi potensi erupsi di masa mendatang.(*)















