PorosLombok.com – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memanggil langsung tim gabungan evakuasi Gunung Rinjani ke Jakarta, Selasa (1/7).
Tim tersebut terdiri dari personel gabungan yang berhasil mengevakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins (26), yang mengalami musibah saat melakukan pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.
Melalui siaran pers resmi Nomor: SP.114/HUMAS/PP/HMS.3/7/2025, Menhut menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja kemanusiaan para relawan dan petugas gabungan yang terlibat.
“Saya secara tulus, dari lubuk hati paling dalam, atas nama pribadi dan kementerian, mengucapkan terima kasih,” kata Raja Juli.
Dalam kesempatan itu, Menhut menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada 15 anggota tim sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas dedikasi dan keberanian mereka.
Berikut daftar penerima penghargaan dari Menhut:
(1). Muhamad Hariyadi – Kepala Kantor SAR Mataram (2) Khafid As’Adi – SAR Mataram (3) I Gede Lanus – SAR Mataram (4) Samsul Padli – SAR Lombok Timur (5) Gunawan Qausari – Damkar Lombok Timur (6).Muhammad Saopil Amri – SAR Lombok Timur. (7) Randi Paozan – SAR Lombok Timur. (8).Rio Pratama – SAR Lombok Timur (9).Brigadir Harial Anugrah – Brimob Kompi 3 Yon B NTB (10). Maulana Ikhwannul Hakim – BPBD Lombok Timur. (11).Abdul Haris Agam – Rinjani Squad.(12) Herna Hadi Prasetyo – Rinjani Squad (13).Hardiyansah – LORAC (14).Haryadi Gustio Syafly – Balai TN Gunung Rinjani (15). Mustiadi – EMHC
Menhut menyebut, operasi penyelamatan ini membuktikan bahwa solidaritas kemanusiaan mampu menembus batas-batas negara, suku, maupun agama.
“Kolaborasi, kerelawanan, dan semangat kemanusiaan adalah modal besar bangsa ini dalam menghadapi situasi darurat,” tegasnya.
Dia juga menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola wisata alam di kawasan konservasi. Salah satu fokusnya adalah memperketat standar operasional pendakian.
“Saya tidak ingin berbisnis dengan nyawa manusia. SOP pendakian akan diperketat, sarana dan prasarana diperbaiki, dan koordinasi lintas sektor ditingkatkan,” tegas Raja Juli.
Dia menambahkan, Kementerian Kehutanan akan mengambil langkah serius karena kawasan Taman Nasional berada di bawah otoritas mereka.
“Taman Nasional ada di bawah tanggung jawab kita. Saya minta seluruh jajaran di kementerian segera melakukan evaluasi dan perbaikan SOP,” tandasnya.
(Redaksi/PorosLombok)



















