PorosLombok.com – Misteri hilangnya Graham Smith (67) di perairan Gili Air berakhir tragis setelah tim SAR gabungan menemukan jasadnya di dasar laut. Warga negara asing asal Inggris tersebut sebelumnya dilaporkan hilang secara misterius saat melakukan aktivitas air sendirian.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh penyelam profesional pada kedalaman sekitar 21 meter di bawah permukaan laut. Petugas mengonfirmasi penemuan jasad ini terjadi pada Rabu (18/1/2026) sekitar pukul 08.30 WITA setelah pencarian intensif selama empat hari.
Kepala Kantor SAR Mataram Nanang Sigit PH menjelaskan jasad korban terdeteksi berada di sebelah utara dari lokasi terakhir terlihat atau Last Known Position. Tim langsung melakukan pengamanan area sebelum memulai proses pengangkatan jenazah dari dasar laut yang cukup dalam.
”Posisi penemuan berada di sebelah utara dari lokasi terakhir korban terlihat (LKP),” katanya.
Nanang Sigit PH menyebut personel segera mengevakuasi jasad korban menuju daratan menggunakan kapal motor cepat milik Basarnas. Evakuasi ini melibatkan koordinasi ketat antara tim penyelam dan petugas medis yang sudah bersiaga di bibir pantai Gili Air.
”Jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.
Pihak kepolisian saat ini tengah mengamankan barang bukti milik korban guna keperluan penyelidikan lebih mendalam terkait penyebab kematian. Jenazah Graham Smith kini berada di ruang instalasi kedokteran forensik untuk menjalani pemeriksaan medis sesuai protokol internasional.
”Kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengurusan administrasi kepulangan jenazah ke negara asalnya,” jelasnya.
Kronologi bermula saat Graham Smith dilaporkan tidak kembali ke hotel tempatnya menginap sejak Minggu silam setelah berpamitan untuk snorkeling. Pihak manajemen hotel yang merasa curiga langsung menghubungi otoritas terkait guna memulai pencarian di sekitar perairan Gili Air.
”Pihak hotel yang merasa curiga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib dan diteruskan ke Kantor SAR Mataram,” katanya.
Operasi SAR berskala besar ini melibatkan unsur TNI, Polri, serta komunitas penyelam profesional lokal yang menyisir palung laut secara mendetail. Penggunaan unit rigit inflatable boat dan alat selam canggih menjadi kunci utama dalam menemukan titik koordinat jasad korban di dasar laut.
”Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian ini,” pungkasnya.*















