Fokus Perjuangkan Pendidikan, Makbul Ramen Siap Habis-Habisan Pada Pileg 2024 Mendatang.

LOMBOK TENGAH – PorosLombok.com | Berangkat dari keresahannya sewaktu menjadi Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar di Dinas Pendidikan Lombok Tengah, Makbul Ramen siap maju pada Pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah.

Menurutnya, sistem pendidikan di Lombok Tengah masih banyak yang harus dibenahi. Utamanya terkait kesejahteraan para guru.

Hal tersebut diungkapkannya saat mendampingi Wakil Bupati Lombok Tengah Drs. Nursiah, S.Sos., M.Si, saat menghadiri acara peringatan Nuzulul Qur’an di dusun Ponggong, Desa Pajangan, Lombok Tengah, Jumat (14/4/2023).

“Guru adalah mercusuar dalam dunia pendidikan, bak seperti lilin menyala didalam api, bagi diri saya menempatkan guru itu diatas segalanya. karena menurut saya jika guru maju maka semuanya akan maju,” ucap Makbul Ramen.

Dikatakannya, langkah menuju panggung Caleg DPRD juga sudah memiliki restu dari Wabub.

Dengan begitu semakin mantap pula perjuangannya, mengingat sosok Wabub menurutnya merupakan salah satu tokoh teladan.

Diakuinya, selama menjabat Kabid Dikdas, banyak orang yang belum tau Makbul Ramen, dengan panggung caleg diharapkannya orang akan tau siapa sebenarnya Makbul Ramen.

Utamanya terkait keinginannya melihat perkembangan sistem pendidikan diatas segala galanya.

“Jika engkau menanam padi jangan heran rumput yang akan tumbuh, tapi jika engkau menanam rumput jangan harap padi akan tumbuh, artinya, jika engkau ingin tau kebaikanku maka dekatkan lah orang yang mengagumi ku, tetapi jika engkau ingin mengetahui keburukanku maka bertemanlah dengan orang yang membenciku,” katanya.

Lebih lanjut diutarakannya, keinginan sejatinya bukan untuk dipilih secara langsung oleh masyarakat, akan tetapi keinginan sejatinya masyarakat bisa lebih mengerti, dan membaca niat mulia yang ingin diperjuangkannya.

“Sesuai dengan tema yakni mengharapkan berkah dimalam Nuzulul Qur’an, dimana ikroq yang pertama kali diturunkan, yang berarti baca, baca bukan berarti sekedar membaca, tapi baca diri kita, baca suasana, baca situasi, dan baca banyak sekali yang harus kita baca,” ujarnya.

“Untuk itu perlu kita membaca sebagai bagian dari upaya untuk memperbaiki diri kita sendiri, karena sebagai manusia tidak ada yang sempurna,” tutupnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU