Lombok Timur. Poroslombok – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, Puskesmas Montong Betok menggelar Gerakan Serentak Cuci Tangan Pakai Sabun ( Gertak CTPS ) di halaman Puskesmas Montong Betok pada hari Jum’at (15/10).
Sebagaimana diketahui tanggal 15 Oktober ditetapkan PBB sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, dimana seluruh dunia melaksanakan gerakan cuci tangan memakainya sabun dan air bersih sebagai upaya untuk memotivasi dan mengedukasi masyarakat agar membiasakan diri hidup bersih dan sehat.
Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan perilaku sederhana, namun memiliki dampak luar biasa dalam pencegahan penyakit menular. Dampak positif ini perlu dikampanyekan kepada seluruh lapisan masyarakat, agar semua tahu manfaat nyata CTPS secara rutin.
Hal inilah yang disampaikan Kepala Puskesmas Montong Betok Raihun, S.T. saat menyampaikan sambutan dalam Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia.
“Peringatan ini merupakan kampanye bahwa Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) hendaknya menjadi kebiasaan, bahkan membudaya dalam kehidupan kita sehari-hari” terang Raihun.
Selanjutnya Raihun mengimbau agar sejak dini anak – anak harus dilatih untuk mencuci tangan menggunakan sabun, karena hasilnya akan sangat berarti bagi kelangsungan hidup generasi penerus bangsa kedepannya.
“Kami mohon agar semua masyarakat kita mulai dari anak-anak sampai orang dewasa untuk membiasakan mencuci tangan dengan sabun, sehingga mereka akan terbiasa untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan” himbaunya.
Pada peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia ini, tak lupa Raihun kembali mengingatkan pentingnya mencuci tangan terlebih di tengah pandemi Covid-19.
“Tangan yang bersih menyelamatkan nyawa dari ancaman penyakit menular terlebih dimasa pandemi covid-19 sekarang ini ,” ujarnya.
Lanjut Raihun dengan rutin mencuci tangan pakai sabun akan dapat menekan angka kesakitan bahkan kematian yang disebabkan oleh tangan yang kotor dan juga akan terhindar dari penyakit diare, cacingan, hepatitis bahkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Oleh sebab itu, ketersediaan sarana CTPS harus disiapkan baik itu di Masjid, Mushalla, Sekolah, Kantor Desa, Kantor Camat, Pasar, Puskesmas dan tempat-tempat umum lainnya.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan peragaan senam CTPS, kemudian edukasi CTPS dan terakhir demo cara mencuci tangan serentak bersama Forkopimcam, tim tracker penanganan covid-19, staf Puskesmas Montong Betok dan masyarakat umum. (Mr).
















