LOTIM | POROSLOMBOK
Sore tadi sekitar jam 04.00 wita sebuah Pena berwarna hitam menari-nari ditangan Zuarno Saputra, SH pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Mitra Cafe Syariah (MICAS) Masbagik Lombok Timur.
Ia menghitung angka-angka yang dikolaborasikan dengan simbol-simbol dalam matematika ditemani segelas kopi hangat buatan istrinya.
Akan tetapi bukan untuk menghitung angka togel, melainkan menghitung jumlah pundi-pundi Rupiah yang diraupnya di musim hujan yang tak kunjung reda.
Dari hari-kehari lonjakan omzet terus meningkat dari penjualan durian hingga jagung bakar andalannya.
Didepan gerbang terlihat berjejer para pelanggan setianya menunggu jagung bakar dan durian yang sedang dioleh beberapa karyawan setianya.

“Saat ini omzet kita perbulannya 1,5 Juta Rupiah” ucap Zuano kepada poroslombok Minggu 5 Desember 2021
Selama pamdemi ini, usaha yang dirintis oleh zuarno sepi pengunjung tak jarang gerbang Micas terlihat selalu tertutup, dan hampir gulung tikar. Akan tetapi sejak musim hujan ditahun ini terlihat usahanya mulai bangkit kembali.
“Mungkin dimusim hujan banyak masyarakat suka sama makanan yang hangat seperti jagung bakar dan lain-lain” ungkapnya
Micas banyak berperan membantu UMKM di sekitar masbagik terutama disektor kuliner karena Masbagik sebagian besar masyarakatnya bergerak disektor tersebut, dengan sistem kerjasama yang saling menguntungkan micas sekarang sudah memiliki mitra sekitar 15 UMKM.
Dengan bermodal tampat dengan sedikit view yang boleh dibilang lumayan bagus untuk tongkrongan anak muda sampai kakek-kakek, walaupun kedengaran lacu namun inilah adanya.
Berbagai parian makanan dan minuman disajikan disana akan tetapi pengunjung harus menunggu sebentar, karena pesanan tersebut harus dipesan lewat handpon.
“Maklum inikan era digital harus dimanfaatkan dong” tandasnya dengan sedikit selengean ciri khasnya.
Musim hujan tahun ini merupakan anugerah bagi Micas karena berbagai usaha kuliner kini mulai akan dikembangkan kedepanya.
“Semoga dimusim panaspun kita berharapa usaha ini tetap menggeliat meski Lotim belum terbebas 100 dari pendemi” tutup Zuarno sambil melanjutkan hitungan omzetnya
(Arul)

















