Kisah Zuriatun Penjual Kue Keliling, Tetap Semangat di Umurnya Yang Menua

LOTIM | PorosLombok.com –

Hujan deras yang mengguyur sebagian Kota Selong siang itu, tepatnya hari Rabu (23/03) dengan wajah terlihat lelah Zurriatun Jannah (48) warga Reban Tebu, Kecamatan Selong, Lombok Timur tetap semangat berjualan kue tradisional demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Ibu Zurriatun mulai berjualan dari pagi buta hingga menjelang petang, lokasi yang paling sering ia datangi adalah kantor Bupati Lotim setelah itu dirinya akan beranjak ke-taman Rinjani Kota Selong, rute ini terus menerus ia lakukan setiap harinya.

Dengan membawa boks plastik yang berisi berbagai macam kue tradisional seperti Kelepon, Talam, Serabi, Pisang Kulup dan lain-lain yang ia peroleh dari para pengusaha kue tradisional Lombok, dengan cara sistem bagi hasil.

Ditemui Poroslombok disamping gedung Wanita Kota Selong.  Wanita paruh baya ini tampak lelah namun kuenya hampir habis terjual “Kalau kue ini habis semua, saya mendapatkan omzet Rp200.000 seharinya dan sisanya kita setorkan ketempat kita ngambil kue ini,” ucapnya. Zurriatun mengatakan umurnya yang menuai tentu semakin memperlambat langkah kakinya, apalagi tenaganya sudah mulai berkurang.

namun semua itu tak membuatnya berhenti berjualan, mengingat tiga anaknya masih membutuhkan jerih payahnya, untuk mencukupi kebutuhan sekolah mereka sehari-hari.

Ia mengatakan Anaknya tiga orang, dua masih di bangku Sekolah Dasar, satu lagi sudah kuliah disalah satu perguruan tinggi swasta di Lombok Timur “Alhamdulillah dari hasil jualan kue ini saya bisa membiayai mereka,”tuturnya.  Dengan sedikit napas terengah-engah karena ia mungkin kecapean karena seharian keliling berjualan.

Pekerjaan yang ia tekuni ini walaupun hasilnya tidak seberapa namun mampu untuk membiayai sekolah ke-tiga anaknya, bahkan sampai perguruan tinggi. Kerasnya hidup membuatnya kuat menatap masa depan untuk buah hatinya. Zuriatun merupakan salah satu potret ibu kuat yang berjuang keras untuk anak-anaknya, ibu yang tegar di atas kerasnya hantaman zaman

Dengan muka yang sedikit pasrah Zuriatun mengatakan bahwa pekerjaan ini akan tetap ia geluti demi masa depan anak-anaknya, dan ia berharap kehidupan  kelak bisa lebih baik dan anaknya menjadi orang-orang sukses.

(arul / Porslombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU