Eksistensi Kue Serabi Menjelang Ramadhan

LOTIM | Poros Lombok –

Kue Serabi, jajanan tradisional yang dibuat dari adonan tepung yang dicampur dengan nasi, dan dibakar menggunakan bagan tungku yang berbentuk bulat, kue ini biasanya dapat ditemukan di pinggir jalan dibeberapa desa di Lombok Timur.

Serabi merupakan kue favorit menjelang bulan suci Ramadhan, kue ini biasanya digunakan ibu-ibu untuk mencampur kolak untuk berbuka puasa. Dibeberapa desa kue serabi ini tetap terjaga eksistensinya ditengah banyaknya kue siap saji di ritel-ritel moderen saat ini.

Seperti ibu ayat salah satu pedagang serabi warga Desa Loyok, Kecamatan Sikur Lotim, yang setiap paginya menjajakan dagangannya di pinggir jalan, tak hanya serabi beberapa kue lainnya juga ada dimeja lapaknya “Masyarakat khususnya di Desa Loyok masih banyak yang menggemari kue ini,” ucapnya ketika ditemui poroslombok rabu (24/03)

Rasanya yang legit dan disiram dengan parutan kelapa dan gula merah, menjadi ciri khasnya kue serabi ini. Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba membuatnya lebih semangat berjualan, Pasalnya, kue serabi ini akan banyak di buru para ibu-ibu.

Maka dari Itu saat ini ia sudah mulai menyiapkan segala sesuatunya dari jauh-jauh hari, baik bahan bakunya dan lain-lain. “takutnya nanti harga bahan-bahan serabi ini melonjak,” ujarnya

Bisaanya ketika masuk Ramadhan omzetnya mulai meningkat karena ketika menjelang sore banyaknya masyarakat yang datang untuk membeli sebagai menu berbuka puasa.”biasa saya dapat ratusan ribu seharinya,” ungkapnya sambil tersenyum dan menawarkan untuk mencicipi serabi buatannya.

Bagi masyarakat pedesaan jajanan ini sangat populer sejak zaman dahulu, di Desa Loyok sendiri beberapa perajin kue ini tetap eksis namun ada juga beberapa yang sudah wafat, akan tetapi selalu ada Regenerasi sehingga eksistensinya selalu terjaga hingga saat ini.

Menurut mala salah satu lagi pedagang serabi di Desa Loyok bahwa usaha ini ia warisi dari neneknya ketika neneknya wafat dialah yang meneruskannya. “Kita harus jaga makanan tradisional ini karena ini merupakan warisan nenek moyang kita sejak zaman dahulu,” katanya. Tak tanggung-tanggung ia mengaku akan memproduksi kue serabi ini lebih banyak lagi di bulan Ramadhan nanti.

Masih banyaknya para pedagang jajan tradisional serabi ini, merupakan bukti eksistensi kue serabi tetap terjaga, apalagi disaat bulan suci Ramadhan. Sehingga di zaman 4.0 sekarang ini tidak dapat menggradasinya, walaupun kue ini hanya bisa ditemukan di beberapa desa di Lotim, namun hal ini cukup untuk menempatkan kue ini sebagai salah satu jajanan Favorit masyarakat di bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi akan datang.

(Arul /Poroslombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU