Poroslombok.com| LOTIM –
Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur harapkan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) Harus menyesuaikan diri dengan pimpinan daerah. Karena bagi para ASN hal itu sangat penting jika berada dalam lingkaran birokrasi. Hal tersebut diungkapkannya pada saat acara talk show di kanal youtube yayasan Insan Cita Selaparang. Kamis (26/05).
Dalam paparannya sekda mengatakan ASN itu diibaratkan seperti pelayan pada sebuah warung, tentu hal ini tidak terlepas dari tata cara seorang pelayan melayani pengunjung, sehingga tamu bisa nyaman dan betah di warung tersebut. Begitu juga dengan ASN harus faham tata cara melayani kepala Daerah.
Melihat dari tugas ASN yang sudah tertuang dalam PP No: 16 Tahun 2018 tentang perangkat daerah, yang dimana betugas sebagai pembantu kepala Daerah dan DPR. Jadi pria yang akrab dipanggil kak Ofik ini menegaskan ASN tidak boleh memaksa pemimpin itu menyesuaikan diri dengan keinginannya yang dibawah.
Saat ditanya perbedaan kepemimpinan ALi Bin Dahlan (Ali BD) dan H.Sukiman Azmy, ia mengungkapkan bahwa kedua sosok ini merupakan orang-orang yang hebat. Namun ia menegaskan untuk menilai bukan wewenangnya karena yang berhak menilai adalah pimpinan bukan bawahan, mengingat kedua tokoh ini pernah menjadi atasannya.
“Untuk pertanyaan ini saya menghindar menjawab mohon maaf, karena saya pada posisi dinilai bukan menilai, jadi tidak etis saya menjawab ini” ucapnya.
Lebih lanjut sekda menjelaskan juga terkait tentang era 4.0 yang semakin berkembang, tentu hal ini merupakan era yang dimana keterbukaan informasi sangat mudah untuk diakses oleh masyarakat, namun sebelum era ini atau lebih dikenal degan Orde Baru, Pemerintah sangat berdaulat. Sehingga, ia mengibaratkan pemerintah itu seperti batu dan rakyat itu telur.
“Sehingga kalau kita Versus kan pemerintah dengan rakyat pasti rakyat itu kalah,” Ujarnya.
Akan tetapi sejak reformasi dan demokrasi sambungnya malah sebaliknya ASN atau birokrat ini merupakan pelayan, dan rakyat itu adalah penguasa tentu ASN harus bisa melayani rakyat dengan sebaik-baiknya, sehingga otomatis posisi rakyat lebih tinggi dari posisi birokrat.
“Karena itu saya berupaya bagaimana merubah paradigma untuk ASN Yang diangkat sesudah orde baru atau di Era 4.0 ini,” Tandasnya.
Sekda berharap untuk para ASN khususnya yang ada di Kabupaten Lombok Timur untuk lebih Adiktif di era 4.0, mengingat ASN merupakan pelayan, akan tetapi pelayan yang tetap profesional.
“Dulu ASN hebatnya yang kita ketahui, mereka lebih dulu mengetahui peraturan, kalau sekarang masyarakat lebih dulu mengetahuinya,” pungkasnya.
(Arul/ Poroslombok)
Sumber : channel Youtube Yayasan Insan cita Selaparang

















