Poroslombok.com | LOTIM –
Pada tahun 2021 lalu, teluk telong-elong ditetapkan sebagai kampung lobster. Tentu hal itu menjadi angin segar bagi para pembudidaya lobster di daerah ini. Utamanya masyarakat telong-elong.
Kini, Pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur kembali mengusulkan wilayah teluk serewe menjadi kampung perikanan terintegrasi (Kampung Rumput Laut), pada tahun 2023 mendatang.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lotim, Zainuddin, S.Pi.,M.S.I, di ruang kerjanya, Senin (30/5/22).
Diusulkannya teluk serewe, kata Zainududdin, mengingat tiga komoditi unggulan Kementerian Kelautan dan Perikanan semuanya ada di sini. Yakni lobster, udang paname dan rumput laut.
“Nah sehingga pada tahun 2023, teluk serewe kita angkat menjadi kampung rumput laut,” ujar Zainuddin.
Oleh karna itu, pihak dinas kelautan dan perikanan lombok timur sudah mempersiapkan diri sejak dini, dimana sudah ada komunikasi langsung dengan direktur jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya.
“Beliau sudah me-WA saya untuk menyiapkan proposalnya, untuk segera kita kirim,” bebernya.
Lebih lanjut Zainuddin menjelaskan, nantinya akan dilakukan penataan terhadap kawasan serewe. Yakni penataan pesisir hingga kawasan permukimannya. Namun tentu setelah di SK-kan oleh kementerian.
Namun demikian, pihaknya sudah melakukan persiapan dengan melakukan kerjasama dengan FAO untuk melakukan uji coba teknik budidaya aneka rumput laut dan penanganan pasca panen yang dibiayai oleh FAO.
“Sabtu kemarin pak bupati dan team direktorat jenderal perikanan tangkap bertemu di ekas membahas tentang program kalaju,” tuturnya.
Tak hanya kampung lobster dan kampung rumput laut, pada tahun 2023 nanti kementerian kelautan juga akan menentukan dua lokasi di lombok timur untuk program nasional.
Program dimaksud adalah program kampung perikanan maju (Kalaju). Untuk program ini DKP Lotim mengusulkan tiga kawasan. Yakni Ekas, Telong-elong dan Serewe.
Adapun terkait pemasaran rumput laut, terang Zainuddin, praktis tidak terlalu dipikirkan. Pasalnya, pemasaran rumput laut tidak terbatas, karna permintaan rumput laut cukup tinggi.
“Yang perlu dilakukan sekarang adalah peningkatan kualitas rumput laut,” tandasnya.
Untuk itu Zainudin menekankan agar para petani bisa lebih bersabar untuk melakukan panen. Menurutnya, idealnya rumput laut itu bisa di panen setelah 45 hari.
“Kalo dia 45 hari itu kandungan GELnya tinggi. Kalo dibawah itu, misalnya 35-40 hari itu ampasnya yang banyak,” jelas Zainuddin memungkasi.
(Anas/pl)

















