PorosLombok.com• LOTIM –
Sebanyak 8 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diikut sertakan oleh Dinas Koperasi Dan UMKM Lotim, dalam pameran di event balap motor internasional di Samota, Sumbawa. Yakni MXGP Samota,
Kepala Bidang UMKM Diskopukm Lombok Timur Moh Hirsan saat dikonfirmasi pada Jumat (24/06) mengatakan, Ke 8 UMKM ini adalah UMKM yang terlebih dahulu sudah melalui tahapan kurasi. Yang dimana Dari 22.981 UMKM yang ada di Lombok Timur.
Ada 8 UMKM yang lolos kurasi, yakni 5 kurasi dari provinsi 3 kurasi dari kabupaten, hal ini dikarenakan ada penambahan quota sehubungan dengan Lombok Utara yg mengundurkan diri dari pagelaran pameran dan bazar UMKM.
Adapun 8 UMKM ini akan membawa berbagai produk unggulan dari Kabupaten Lombok Timur, seperti diantaranya :
1. Produk black garlic sembalun bumbung.
2. Mete sugian.
3. Kerupuk cangkang kepiting jerowaru.
4. Sambal tetu tetu lendang nangka.
5. Rengginang wortel sembalun.
6. Tenun cempaka mandiri kembang kerang.
7. Lokak coffee sembalun lawang.
8. Konveksi seribu sukur selagik.8.
Ke 8 UMKM yang ada ini dikonfirmasi telah ada pada data Diskopukm provinsi NTB.
Lebih lanjut Hirsan menjelaskan bahwa ke 8 UMKM yang di bawa pada pameran di event MXGP Samota adalah UMKM yang sudah mndapatkan pendidikan dan diklat.
“Ke 8 UMKM ini sudah mendapatkan pendidikan dan diklat, sehingga besar harapan kami nanti stelah kami ikutkan dalam event MXGP Samota, bahkan setiap event lanjutan nantinya dapat membuat UMKM Lotim naik kelas dan mandiri,” harapnya.
Naik kelas lanjut Hirsan dilihat mulai dari design dan kemasan produknya yang menarik dan bagus, dan juga dilihat dari bagaimana UMKM yang ada dapat mempertahankan kualitas produknya atau bahkan ditingkatkan sampai pada UMKM bisa mandiri dan mncari peluang lain dalam mengembangkan usahanya.
“Terlebih tidak selamanya mereka akan kami bawa terus pada event berikutnya dalam rangka pemerataan pengenalan dan pemasaran produk diluar daerah bagi UMKM yang lain,” ungkapnya.
Untuk transportasi dari UMKM yang ada kata dia, sebenarnya ditanggung pemerintah kabupaten Lombok Timur dari mulai akomodasi transportasi dan penginapan, menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten melalui DPA Diskopukm.
Namun ia mengakui bahwa banyak dari UMKM yang ada justru menggunakan uang pribadi untuk Transportasinya. Hal ini mereka lakukan demi menyiapkan tempat agar lokasi lebih strategis untuk stand yang akan ditempati nantinya.
“Untuk UMKM yang menggunakan uang pribadi nanti itu diluar kebijakan Diskopukm apakah diganti dan tidaknya, kalaupun diganti akan kami ajukan melalui APBDP nantinya,” tutupnya. (Red)

















