PorosLombok • LOTIM –
Tiga Jembatan di Lombok Timur (Lotim) akan segera direnovasi oleh Yayasan Attohiriyah alfadiliah (Yatofa) bersama jamaahnya, mengingat jembatan-jembatan ini sudah mulai usang dan mengalami kerusakan.
TGH. Moh Suhaeli, FT mengatakan, bahwa ada beberapa titik jembatan yang dulu dibangun oleh Almagfurlahu TGH. Muh Fadil Tohir bersama jamaah semasa hayatnya, maka dari itu, jembatan-jembatan ini harus dirawat dan dijaga supaya menjadi amal jariyah.
“Jadi kita harus pelihara peninggalan Al Magfurlahu, karena ini merupakan amal bliau beserta para jamaahnya.” ucapnya kepada PorosLombok saat ditemui dikediamannya. Rabu malam (30/06)
Adapun lokasi jembatan yang akan diperbaiki khususnya di Kabupaten Lombok Timur yakni : Jurang Asem perbatasan Desa Lando Kecamatan Terara dan Desa Lendang Belo Kecamatan Montong Gading, Pesisok Kluncing, kemudian Lekong Lime atau yang lebih dikenal dengan Jembatan Cinta Kecamatan Montong Gading.
“Yang dua jembatan ini mengalami rusak ringan, namun yang paling parah setelah kita tinjau yang di Jurang Asem,” jelasnya.
Untuk jadwal pekerjaan kata Pria yang akrab dipanggil Abah Uhel ini, diperkirakan sekitar bulan juli 2022, mengingat, jembatan ini sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat sehingga kedepannya semakin nyaman saat dilewati.
“Insyaallah sehabis lebaran pada pengajian pertama kita sudah mulai mengumpulkan batu, dan struktur kepanitiaannya sudah dibuat, tinggal dimulai saja,” terangnya.
Rencana perbaikan ini merupakan sebagai salah satu upaya, untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong serta beramal jariah, dan menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial di tengah masyarakat, khususnya jamaah Yatofa.
“Karena kita lihat semangat gotong royong ini, mulai berangsur-angsur memudar ditengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh TGH suhaeli mengatakan bahwa dana perbaikan jembatan ini murni dari yayasan dan jamaah, tentu hal ini berkat rasa dan pemikiran yang sama, dan merupakan sarana untuk mencari keridhoan Allah SWT. Tak hanya dalam urusan akhirat tentu hal ini juga sebagai cara untuk menumbuhkan keperdulian masyarakat untuk mencintai lingkungan dan desa tempat tinggalnya.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi amal kita bersama, dan tentunya ini merupakan amal jariah karena akan bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
(Arul/ PorosLombok)

















