PorosLombok.com • LOTIM –
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, (Pemkab) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (disnakertran) Lombok Timur, bekerjasama dengan BP2MI jemput kepulangan 6 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) non Prosedural di Bandara Zainuddin Abdul majid.Rabu (13/07)
6 orang PMI ini juga sebagian dari korban Kapal tenggelam di batam beberapa waktu yang lalu
Adapun PMI yang dipulangkan yakni :
1. Suardi alamat Desa Rarang Kecamatan Terara
2. Danil alamat Desa Rarang Kecamatan Terara,
3. Masrin alamat Rarang Kecamatan Terara
4. Sahman alamat Rarang Kecamatan Terara,
5. Ahmad Yani, alamat Wakan Kecamatan jerowaru
6. Muhammad jefri alamat Padak Guar Kecamatan Sambelie,
Kepala Disnakertrans Lombok Timur melalui Kabid PPKK, Ahmad Wardi mengatakan, bahwa hal ini merupakan sebagai bentuk perhatian Pemda kepada masyarakat, walaupun mereka berangkat melalui jalur non Prosedural.
“Kejadian ini kita harapkan menjadi sebuah pelajaran untuk masyarakat agar tidak menjadi PMI yang non prosedural dan terimakasih juga kita ucapkan kepada BP2MI yang membantu kepulangan temen-temen PMI non Prosedural ini,”ucapnya.
Maraknya masyarakat yang berangkat menjadi PMI non prosedural ini, kata wardi akibat banyaknya para oknum tekong-tekong yang tidak bertanggung jawab, maka dari itu, ia menghimbau masyarakat yang ingin menjadi PMI, untuk mendatangi kantor Disnakertrans, agar tidak terjadi hal-hal seperti ini.
“Kami sudah membuka, pendaftaran di disnakertrans, bagi masyarakat yang ingin jadi PMI keluar Negeri apalagi saat ini kran Malaysia sudah dibuka”tandasnya.
Resiko menjadi PMI ilegal sangat banyak, selain membahayakan diri sendiri, juga tidak adanya ketenangan dalam bekerja, tentu hal ini harus dipikirkan oleh masyarakat, maka dari itu satu-satunya adalah pastikan diri untuk mendaftar melalui Dinas Tenaga Kerja dan transmigrasi.
Sementara itu Sahman salah satu PMI ilegal mengatakan terima kasihnya kepada pemerintah Kabupaten Lombok Timur, yang telah membantu kepulangan dirinya dan teman-temannya sehingga bisa cepat bertemu dengan Keluarganya di rumah.
“Kita sangat mengapresiasi Langkah Pemda Lotim dan BP2MI yang begitu peduli kepada kami, walaupun kami masuk ke malaysia secara ilegal”ujarnya.
Ia berpesan agar masyarakat jangan mudah percaya bujuk rayu para oknum-oknum tekong ilegal, agar tidak terjadi seperti apa yang dia alami. Dan ia berjanji tidak akan pernah menempuh jalur gelap untuk menjadi PMI.
“Saya trauma jadi PMI ilegal, ini terjadi karena kemarin kebutuhan ekonomi yang mendesak terpaksa ngambil jalan pintas,” pungkasnya.
(Arul/ PorosLombok)

















