Gawe Adat “Ngayu_Ayu” Sembalun Hadirkan Berkah Bagi UMKM Lokal

Poroslombok.com | LOTIM –

Acara adat “Ngayu_Ayu” yang di gelar di Desa Sembalun Bumbung menghadirkan raja dan sultan se-Nusantara tersebut berlangsung selama 2 hari.

Dari berbagai rangkaian acara yang di gelar, UMKM se-Lombok Timur turut memeriahkan acara tersebut dengan berbagai produk-produk UMKM.

Puluhan UMKM di Lombok Timur yang merupakan binaan Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Timur turut serta dalam acara tersebut.

Meski bazar hanya berlangsung 1 hari, namun produk-produk yang dipamerkan berupa produk-produk unggulan Lombok Timur yang telah mengikuti bazar di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya pelaku UMKM Agung.

UMKM Agung sendiri telah memamerkan produk UMKM-nya ke Jakarta hingga ke Provinsi Aceh
Adapun produk yang dipamerkan berupa produk kerajinan mutiara dengan berbagai design unik seperti gelang, kalung, cincin, dan lainnya.

Kerajinan rotan berupa tas dengan berbagai model tradisional dan modern, kain tenun khas Lombok Timur khususnya Sembalun, Pringgasela, Kembang Kerang dan Lenek dengan motif khas dari masing-masing desa.

Di samping produk-produk unggulan khas Sembalun lainnya seperti produk kopi, produk olahan bawang putih, yakni black garlic dan bawang putih nunggal plus madu yang memiliki banyak khasiat.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati secara langsung kopi khas Sembalun dari Lombok Cofee Akademi yang proses pembuatannya dapat disaksikan secara langsung oleh para penikmat kopi.

Produk-produk UMKM tersebut juga tidak hanya di produksi di Kecamatan Sembalun saja, namun juga di berbagai wilayah di Lombok Timur seperti kerajinan rotan yang di produksi di Desa Loyok.

“Alhamdulillah setiap ada event, kita selalu mendaftarkan UMKM binaan kita, termasuk dalam kegiatan adat “Ngayu_Ayu di Sembalun,” kata M. Hirsan, S.A.P, Kepala Bidang Pemberdayaan UKM pada Dinas Koperasi (Diskop) Lotim, Jum’at (15|7) kemarin.

Dijelaskan M. Hirsan, bahwa dalam setiap event pihaknya akan memastikan terlebih dahulu jenis produk yang akan dibawa tidak sama dengan produk yang dijual oleh UMKM tempatan.

Hal itu, kata dia, untuk menjaga iklim usaha yang sehat, serta para pelaku UMKM lokal/tempatan tidak merasa terganggu dengan hadirnya produk dari luar. Pasalnya, pihak Diskop Lotim sendiri tidak bisa mengintervensi UMKM lokal.

Ditanya soal keuntungan bagi para pelaku UMKM pada setiap gelaran event? Hirsan menjelaskan, sejatinya setiap usaha muaranya adalah soal keuntungan.

Namun begitu, lanjut dia, dengan durasi yang begitu singkat seperti pada event “Ngayu_Ayu” di Sembalun yang pelaksanaannya hanya dua hari, tentu tak cukup waktu jika hanya mengejar keuntungan sesaat.

Karnanya, kehadiran para pelaku UMKM pada event-event tertentu, seyogyanya dihajatkan lebih kepada pengenalan produk kepada tamu maupun para pengunjung yang hadir, utamanya yang dari luar daerah.

“Makanya UMKM yang kita libatkan itu tidak ada yang baru. Artinya, mereka-mereka ini pelaku yang sudah lama dan memahami strategi marketing. Sehingga mereka tidak berpikir untung rugi,” jelasnya.

Hirsan menuturkan, dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, dimana para pengunjung hanya melihat-lihat saja. Kalaupun membeli, hanya dalam jumlah kecil saja. Jika seperti itu, tentu tentu omzet-nya tidak seberapa.

Tetapi, tutur dia lagi, pada hari-hari selanjutnya, pengunjung yang pernah datang dan mencoba sebuah produk tertentu akan kembali memesan dalam jumlah yang cukup pantastis.

Artinya, manfaat sebuah event bagi pelaku UMKM tidak bisa diukur dengan jumlah omzet yang didapatkan pada saat event berlangsung. Maka lebih tepatnya, gelaran sebuah event hanya sebagai ajang promosi.

“Itu saja yang produk batok kelapa itu, kemarin ada orang dari luar daerah yang langsung memesan 100 buah. Dan biasanya akan terus berlanjut seperti itu,” tutur Hirsan memungkasi.

(Anas/pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU