LOTIM – Poroslombok.com | Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy, menerima kunjungan silaturrahmi Komandan Resor Militer (Danrem) 162/Wira Bhakti, Brigjen Sudarwo Aris Nurcahyo, di pendopo bupati, Kamis (18/8/22).
Untuk diketahui, Brigjen Sudarwo Aris Nurcahyo baru memegang tongkat Korem 162/Wira Bhakti pada 16 Juni 2022 lalu. Dia menggantikan Brigjen TNI Lalu Rudy Irham Srigede yang memasuki masa pensiun. Seperti dilansir dari iNewsNTB.id.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Danrem yang belum lama memangku jabatan sebagai Danrem itu, termasuk mengucapkan selamat juga atas pangkat barunya, dari Kolonel Infanteri menjadi Brigjen.
“Selamat memangku tugas yang baru. kami bersama masyarakat berdoa supaya pak Danrem sukses melaksanakan tugas,” ucap Bupati kepada Danrem.
Dikatakan Bupati, bahwa pihaknya bersama Sekda, Ketua DPRD, Asisten 1 dan 2, Kadis PMD, Kepala Bappeda, Kadis Perhubungan, Kadis Kominfo dan Kadis Dikbud, juga ikut mendoakan agar Brigjen Sudarwo sukses menjalankan tugas sebagai Danrem 162/Wira Bhakti untuk teritorial Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan situasi dan kondisi Lotim yang aman. Bupati merinci, bahwa aspek ideologi di daerah ini tidak ada yang Radikal.
“Dulu ketika saya menjadi Dandim memang masih ada kelompok radikal, tapi saat ini sudah kembali ke pangkuan NKRI,” tutur Bupati.
Selanjutnya aspek politik, dimana ada lima partai besar yang cukup bepengaruh di lotim yakni PKS, Golkar, Nasdem, Demokrat dan Gerindra. Aspek beragama, lanjut Bupati, ada 99,2 persen beragama Islam, sisanya beragama Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.
“Aspek ekonomi, pada masa pandemi kemarin aspek pariwisata terdampak,” ungkapnya.
Disampaikan lebih lanjut, Lombok Timur terdiri dari 21 kecamatan, 254 Desa/Kelurahan dengan jumlah penduduk sebanyak 1,3 juta. Akan tetapi tidak di setiap kecamatan ada koramil. Tetapi pada masing-masing kecamatan sudah disiapkan lahan.
Tidak lupa, Bupati juga menyampaikan bahwa tahun ini aspek IPM Lotim naik dari rangking 9 ke rangking 8. Bupati berharap agar pada tahun 2022 ini bisa naik menjadi rangking ke 7.
“Mohon perkenan pak Danrem berkenan memberikan kami arahan tentang kekompakan, kolaborasi, motivasi dan lain-laun. Terima kasih atas kunjungan Bapak Danrem dan ibu di Lombok Timur,” pungkasnya.
Sementara itu, Danrem Sudarwo Aris Nurcahyo membuka sambutannya menyebut Bupati Sukiman sebagaimana layaknya orang tua yang dihormati.
“Yang terhormat orang tua kami, karena beliau mantan TNI, beliau orang tua kami. Terima kasih atas kehadirannya pada acara ngopi bareng ini,” ucap Danrem.
Selanjutnya, Danrem menyampaikan maksud kedatangannya adalah untuk silaturrahmi. Sebagai pejabat baru, dirinya harus menyampaikan kulo nuwun (salam ketika bertamu/mengetuk pintu-red).
“Saya sudah menginjak puncak Rinjani, sehingga saya syah sebagai warga Lombok Timur. Kami merasa kalau tidak naik gunung Rinjani belum syah sebagai warga Lombok,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, dirinya membagikan pengalamannya ketika menjadi Dandim di kabupaten Gowa, dimana kekompakan menjadi sumber kekuatan. Karna jika semua kompak, riak-riak kecil bisa diselesaikan dengan baik.
“Kalau kita kompak tidak ada yang bisa menggoyang kita. Terimakasih pak Bupati, mantan Dandim Lotim yang selalu bekerjasama dengan Dandim dan Kapolres,” sebutnya.
“Tadi saya diskusi dengan Kapolres, dengan Kajari, Kajati, kita sepakat akan bersama-sama bersinergi dengan pemerintah untuk menciptakan iklim yang baik untuk pembangunan,” imbuhnya lagi.
Dandim juga menyebutkan, dimana orang tuanya satu korp dengan Bupati. Danrem Sudarwo membeberkan tentang ketertarikannya melihat kawasan wisata, dimana Lombok Timur memiliki potensi pariwisata yang sangat besar.
Gunung Rinjani, ungkapnya lagi, merupakan icon wisata yang sudah mendunia. Perlu ditata agar supaya lebih bersih, supaya menjadi lebih memuaskan para wisatawan dan pendaki.
“Waktu kami naik Rinjani, fasilitas perlu ditata, UMKM perlu diberi ruang lebih luas, di setiap pos ada UMKM-UMKM yang berjualan. Perlu diberikan penyadaran kepada semua pendaki supaya bersama-sama membuang sampah pada tempatnya,” tandasnya.
Selain itu, kondisi jalan mungkin bisa diperkeras dari pos satu sampai pos dua. Dirinya juga menilai, bahwa potensi wisata Lombok Timur sangat besar, yang meliputi wisata pantai maupun wisata gunung. Jika fasilitas bisa ditingkatkan maka turis-turis eropa akan semakin banyak yang berkunjung ke lotim sebagaimana pengalamannya naik ke Rinjani.
(nas/pl)

















