LOTIM – PorosLombok.com | Pihak pengelola pusat layanan masyarakat (Puskesmas) Korleko, kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur terus berupaya melaksanakan berbagai inovasi layanan kesehatan, demi menciptakan masyarakat yang sehat dengan ditunjang lingkungan yang sehat pula.
Untuk dapat merealisasikan hal tersebut, pihak Puskesmas Korleko dalam waktu dekat akan melaksanakan program Saka Bakti Husada (SBH) di bawah naungan Dinas Kesehatan Lombok Timur.
“Tahun ini kita di promkes akan mengadakan pelatihan kesakaan, yaitu Saka Bakti Husada. Nanti disana kita akan berikan materi tentang kesehatan kepada peserta didik kita,” kata KTU Puskesmas Korleko Sukri, S.AP di ruang kerjanya, Sabtu (22/7/2023).
Adapun peserta didik yang akan mengikuti program SBH tersebut adalah para siswa/siswi dari jenjang sekolah SMP/MTs dan SMA/MA, yang ada di wilayah kerja Puskesmas Korleko.
Ia menjelaskan, dalam program Saka Bakti Husada terdapat krida-krida yang antara lain adalah Krida Bina Lingkungan Sehat, Krida Bina Keluarga Sehat, Krida Penanggulangan Penyakit, Krida Bina Gizi, Krida Bina Obat, dan Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Nah, nantinya para peserta didik itu akan terbagi ke krida-krida yang diminati oleh siswa itu sendiri,” katanya.
Dikatakan Sukri, program Saka Bakti Husada tidak dilaksanakan oleh semua Puskesmas. Namun karena merasa begitu pentingnya peran SBH dalam upaya transformasi kesehatan, maka Puskesmas Korleko memandang perlu untuk melaksanakan program tersebut.
Nantinya, lanjut dia, para siswa yang sudah dilatih akan menjadi perpanjangan tangan pihak Puskesmas, di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terkait kesehatan lingkungan, seperti pemeriksaan jentik dan lain sebagainya.
Pelaksanaan pelatihan itu dijadwalkan akan dimulai pekan depan, namun terlebih dahulu pihak Puskesmas akan bersurat ke sekolah-sekolah yang siswanya akan dilibatkan dalam program SBH tersebut.
Secara spesifik Sukri menyebutkan, bahwa Saka Bakti Husada merupakan anggota pramuka penegak dan pramuka pandega yang berminat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan, termasuk anggota PMR.
Rencananya pelaksanaan program tersebut akan bekerja sama dengan 8 sekolah, terdiri dari 5 sekolah SMA/MA, dan 3 sekolah tingkat SMP/MTs yang ada di wilayah kerja Puskesmas Korleko.
“Jadi nanti kita akan bekerja sama dengan pihak sekolah, kita akan membantu meningkatkan kemampuan siswa, termasuk pengembangan pendidikan karakter siswa,” jelasnya.
Pelatihan itu sendiri nantinya akan dijadwalkan satu kali dalam satu minggu untuk masing-masing sekolah. Setiap bulannya mereka akan dikumpulkan di Puskesmas untuk mengevaluasi kemampuan dan kecakapan siswa terhadap materi yang sudah diberikan.
Sebagai informasi, Saka Bakti Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan dan pembinaan keterampilan untuk membaktikan diri siswa kepada masyarakat dalam bidang kesehatan, dengan tujuan untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan.
Orientasinya, melalui transformasi sistem kesehatan ini adalah, untuk membangun kekuatan kesehatan cadangan yang tersebar di seluruh Indonesia yang siap dan terlatih bila nanti ada bencana pandemi.
(PL/anas)
















