Dapat Dukungan Masyarakat Hingga Pemerintah, Pabrik Porang di Sekotong Masih Kerap Diganggu Para “Oknum”

Lombok Barat,PorosLombok.com –

Pabrik porang yang dikelola PT Rezka Nayatama di Kecamatan Sekotong, Lombok barat, NTB tengah jadi sorotan publik.Tak hanya karena memudahkan petani porang lokal mendapatkan mitra, pabrik yang telah menyerap banyak tenaga kerja dari SDM daerah itu juga dikabarkan memiliki nilai investasi mencapai Rp70 miliar.

Direktur PT Rezka Nayatama Ivan Pribadi mengungkapkan, pihaknya telah berkomitmen untuk mengenalkan hasil porang petani NTB ke pasar dunia.

Melalui program kemitraan, pendampingan langsung, hingga berbagai dukungan pendidikan, ia mengatakan PT Rezya Nayatama akan membangun lingkungan SDM dan SDA yang baik di NTB.

Ia menilai potensi porang di NTB cukup bagus dan bisa berkompetisi dengan daerah lain. Ivan juga percaya industri porang ini dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat lokal.

Ivan juga menjelaskan pihaknya tidak akan setengah-setengah memberikan bantuan dan dukungan bagi terwujudnya kerja sama ideal antara pihak pabrik dan masyarakat.

Meski demikian saat ini sejumlah kecil oknum masih berupaya mengganggu aktivitas PT Rezka Nayatama di pabrik porang, Sekotong.

Ivan mengaku pihaknya sudah berupaya membangun silaturahmi dan menempuh cara-cara damai agar kelompok-kelompok yang belum bisa menerima kehadiran pabrik bisa segera mendapatkan solusi.

“Memang ada beberapa oknum masyarakat yang demi keuntungan pribadi dan menggunakan atas nama rakyat sebagai tameng menghalangi kami. Misalnya dengan sengaja menempati lahan PT Rezka Nayatama secara ilegal agar para pekerja terganggu. Namun insyaallah segera kami berikan solusi,” kata Ivan, Sabtu (16/9/2023).

Saat diresmikan pada Rabu, 26 Juli 2023, pabrik porang ini mendapat sambutan baik dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko.

Ia mengatakan pabrik itu dapat memproduksi tepung glukomanan atau zat khas yang terkandung dalam porang dengan kadar hingga 90 persen.

Moeldoko menilai pabrik pengolahan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga, Indonesia tidak lagi bergantung ke impor terkait produk yang diolah porang.

“Selama ini belum ada pabrik di Indonesia yang mampu menghasilkan tepung glukomanan murni yang pada akhirnya membuat kita harus impor dari luar negeri,” kata Moeldoko saat peresmian pabrik porang PT Rezka Nayatama.

Senada dengan pemerintah pusat, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB, Baiq Nelly Yuniarti menerangkan dengan adanya pabrik porang di NTB, diharapkan potensi porang yang ada bisa terserap.

Terlebih pabrik milik PT Rezka Nayatama itu saat ini mampu mengolah hingga 12 ton porang per sif produksi.

“Ini pabrik porang pertama, kita sangat berharap bahwa pemenuhan pasar porang yang ada di Indonesia itu berasal dari kita (NTB). Karena yang saat ini ada di market-market atau ritel modern itu dari luar negeri,” pungkas Nelly.

(Yami Ulandari/ Poroslombok).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU