Pendampingan Total dari Tanam Sampai Panen, Petani: Terimakasih Dinas Pertanian Lotim

LOTIM – PorosLombok.com | Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu daerah penghasil pangan di Indonesia. Setiap musim panen padi, daerah ini selalu surplus sehingga dinobatkan sebagai Lumbung Pangan Nasional.

Atas keberhasilan itu, Lombok Timur kemudian diganjar sejumlah program afirmatif oleh Pemerintah pusat. Salah satunya adalah program Gerakan Tanam Nasional (Pertama) dan Gerakan Nasional (Gernas) tanam padi.

Sebagai rasa terimakasih atas perhatian Pemerintah pusat kepada Lombok Timur, Dinas Pertanian pun sangat serius dalam melaksanakan program tersebut, yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk pengawalan dan pengawasan langsung ke lapangan.

Hal itu sebagaimana yang dilakukan oleh unsur Dinas Pertanian, dimana Kepala Dinas didampingi dua Kepala Bidang dan beberapa staf lainnya turun langsung memonitoring kegiatan panen padi di beberapa lokasi.

Menurut Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lombok Timur Ir. Sahri, bahwa monitoring itu dilakukan guna melihat dan mengecek secara langsung kualitas dan kuantitas hasil program dimaksud.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa panen salah satu lokasi dari kegiatan Gernas seluas tiga ribu hektar di Lombok Timur,” kata Sahri disela-sela kegiatan monitoring panen padi di Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Rabu (28/2/2024).

Sahri memaparkan, program Gernas sendiri tersebar di beberapa kecamatan, seperti kecamatan Terara, Sikur, Montong Gading, Pringgasela, dan Kecamatan Pringgabaya.

Sedangkan untuk program Gertam tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Wanasaba dan Aikmel, dengan luas area tanam sebanyak seribu hektar.

“Nah di lokasi ini setelah dicek tadi, hasil ubinannya 7,6 kuintal per hektar. Artinya satu hektar bisa menghasilkan 10,9 ton gabah kering panen,” terangnya.

Hasil tersebut terbilang sangat berhasil, karena jika dikalkulasikan secara kumulatif, maka empat ribu hektar bisa menghasilkan 25 ribu ton lebih gabah kering panen.

Adapun bantuan yang diberikan Pempus dalam program tersebut berupa Saprodi (sarana produksi) berupa benih, pupuk dan lain-lain.

Urgensi dilaksanakannya program Gertam dan Gernas tanam padi, papar Sahri, adalah rangka menyiapkan gabah dimasa paceklik seperti sekarang ini, menjelang panen raya yang akan datang.

“Bicara program ini, maka kita bicara Lombok Timur bagian Utara. Lotim bagian tengah dan selatan itu beda kondisinya, lebih mengandalkan air hujan. Di tengah sudah akan mulai panen, di selatan ada yang baru mulai tanam. Itu kondisinya,” paparnya.

Dengan adanya program Gertam dan Gernas di Lombok Timur, menjadi jawaban terhadap kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan beras. Maka dirinya meyakinkan agar masyarakat tidak terlalu panik terhadap kondisi sekarang ini.

Di tempat sama, Suhaedi, salah satu petani Desa Rempung menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah yang telah memberikan bantuan bibit padi dan pupuk pada periode tanam kedua yang dijalaninya.

Tak lupa juga dirinya berterimakasih kepada Dinas Pertanian Lombok Timur yang telah memberikan penyuluhan dan pendampingan sehingga hasil panen yang didapatkan sangat memuaskan.

“Saya sangat berterimakasih kepada Pemerintah atas sumbangan bibit padi, juga kepada Dinas Pertanian Lombok Timurn atas perhatian dan penyuluhan yang diberikan selama ini,” ucapnya dengan ekspresi gembira.

(Anas/PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU