LOMBOK TIMUR | Aliansi Pemuda dan Mahasiswa (APM) Kembali gelar aksi Jilid III, terkait dugaan Politisasi dana CSR Bank BNI, dalam aksi kali ini ada dugaan keterlibatan Preman untuk menghalangi Pemuda menyampaikan aspirasinya.
Melihat hal tersebut, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ) Lombok Timur Irwan Safari sangat menyayangkan dan mengecam apa yang dilakukan oleh pihak Bank BNI. Menurutnya, menggunakan jasa preman merupakan aktivitas mengkebiri hak-hak demokrasi, dan cita-cita dari Reformasi.
“Melihat vidio intimidasi terhadap rekan” pemuda yang tergabung dalam Aliansi pemuda dan mahasiswa, yang melaksanakan aksi demonstrasi bank BNI Selong, maka kami menduga BNI mengkebiri hak-hak Demokrasi warga negara,”Tegasnya kamis ( 20/06).
Tindakan intimidasi yang di duga di lakukan oleh oknum dari BNI, seolah ingin membenturkan massa aksi dengan preman. Tentunya ini merupakan cara tidak sehat, dan sangat tidak patut dilakukan oleh perusahaan milik negara.
“Pemuda dan mahasiswa punya hak menyoroti segala bentuk ketimpangan yang berlawanan dengan aturan yang sudah ada,”ujarnya.
Tak hanya itu, iapun meyakini Semua karyawan yang di BNI merupakan orang-orang berpendidikan tinggi, sehingga dalam menyelesaikan sebuah masalah tentunya dengan cara-cara elegan, kalaupun jika terjadi hal-hal yang tidal diinginkan itu merupakan wewenang dari pihak Kepolisian.
“Harus dipahami niat mahasiswa baik dan rata-rata terpelajar, dan juga orang BNI berpendidikan Semua tau cara menyelesaikan masalah dengan baik, bukan dengan mengintimidasi pake preman,”ujarnya.
Atas tindakan tersebut iapun, mengultimatum BNI Selong untuk segera menyelesaikan masalah ini dengan cara-cara yang baik, jika tidak diindahkan, pihaknya siap akan mengerahkan masa besar-besaran
“Kami tegaskan apabila BNI tidak menyelesaikan Permasalahan dengan cara yang baik, kami akan turun aksi,”pungkasnya.***















