(Lombok Timur, PorosLombok.com)– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur melakukan inspeksi ke Desa Loyok untuk meninjau kondisi sungai yang tercemar akibat aktivitas tambang galian C. Sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat itu kini dalam keadaan memprihatinkan, terutama saat musim kemarau tiba.
“Sungai ini sangat vital bagi masyarakat, dan kami ingin memastikan bahwa kualitas airnya tetap terjaga,” ujar Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Zakaria Ahmad Edi.Senin (19/08)
Zakaria menjelaskan bahwa pihaknya merasa perlu untuk turun langsung ke lokasi guna menilai dampak yang ditimbulkan oleh penambangan tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keluhan warga yang mengandalkan sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami akan segera melakukan sosialisasi mengenai pentingnya mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dalam kegiatan penambangan,” ungkapnya.
Edukasi kepada para penambang akan menjadi fokus utama setelah peninjauan. Ia menekankan bahwa sosialisasi berkelanjutan sangat penting untuk mencegah pencemaran lingkungan yang lebih parah di masa mendatang. Di sisi lain, Zakaria mengakui bahwa pencegahan pencemaran merupakan tantangan yang tidak mudah.
“Kami akan melakukan pemulihan dan penanggulangan terhadap kerusakan yang terjadi, termasuk memberikan peringatan hukum kepada pihak-pihak yang tidak mematuhi aturan,” tegasnya.
Tambang galian C di Desa Loyok memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Hal ini membuat DLH tidak berniat untuk menutup aktivitas penambangan.
“Kami memahami bahwa banyak warga yang bergantung pada tambang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Oleh karena itu, kami lebih memilih untuk memberikan peringatan dan edukasi,” jelas Zakaria.
Pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian alam juga menjadi fokus perhatian DLH. “Kami harus menemukan cara agar masyarakat yang bergantung pada tambang tetap dapat memenuhi kebutuhan ekonomi mereka, tanpa mengorbankan kondisi lingkungan,” ungkapnya. Keseimbangan ini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Zakaria menambahkan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan dengan lebih baik.dan akan mengajak semua pihak terkait untuk duduk bersama dan mendiskusikan langkah-langkah yang perlu diambil. Dengan kolaborasi ini diharapkan solusi berkelanjutan dapat ditemukan.
DLH berencana untuk menggelar pertemuan mendatang guna membahas isu-isu lingkungan dan mencari jalan keluar yang saling menguntungkan bagi masyarakat dan lingkungan.
“Kami percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat, kita bisa mencapai tujuan bersama,” tutup Zakaria.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjaga lingkungan dan mendukung keberlanjutan sumber daya alam. Diharapkan, langkah-langkah yang diambil oleh DLH dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan di Desa Loyok.
Masyarakat setempat juga diharapkan aktif berperan dalam menjaga kebersihan sungai dan melaporkan setiap aktivitas penambangan yang berpotensi merusak lingkungan, sehingga kesadaran kolektif akan pentingnya kelestarian alam dapat terbangun.
(Arul/PorosLombok)














