Lombok Timur, Poroslombok.com – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur tahun 2024 mengalami peningkatan yang optimal jika dibandingkan tahun sebelumnya pada periode tahun yang sama.
“Alhamdulillah tetap terjadi peningkatan yang optimal jika dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kepala Bapenda Lombok Timur Muksin, SKM.,MM, Jum’at (18/10/2024).
Muksin merincikan, untuk tahun 2023 PAD Lotim tercapai sebesar Rp. 384 M dengan persentase 58%. Sedangkan untuk mengakhiri tahun 2024 ini pihaknya optimis bisa tercapai PAD sekitar antara Rp. 425 M sampai dengan Rp. 450 M dengan persentase 70 sampai dengan 75%.
Khusus PAD yang ada pada Bapenda rata-rata semua item pajak mengalami peningkatan. Seperti PBB mengalami peningkatan dua kali lipat dari tahun sebelumnya yaitu dari 10 Miliar menjadi 20 Miliar.
BPHTB juga meningkat dari 4 Miliar menjadi 10 Miliar, terkecuali MBLB yang masih mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh karena masih tingginya ketidak patuhan pajak oleh para penambang termasuk para sopir yang terus melakukan penghindaran dengan berbagai cara meloloskan alat hitung Pajak yang ada.
“Para sopir ini terus melakukan penghindaran, seperti mencari jalan tikus, pengangkutan pada tengah malam hari guna meloloskan diri di pos penjagaan, dan termasuk juga dengan memberikan kuasi alat hitung pajak yang tidak syah,” bebernya.
Khusus untuk lebih mengoptimalkan PAD pada galian C ini, pihak Bapenda mulai bulan September kemarin sudah mendistribusikan dan memasang mesin alat hitung pajak ke pihak penambang sebanyak 50 mesin guna menghindari ketidak aslian alat hitung pajak yang dibawa oleh para sopir dan ketepatan kecepatan pajak yang dibayar oleh para penambang, sehingga loss nya pembayaran Pajak MBLB kedepan semakin bisa terkawal dengan baik peningkatannya.
Meski mengalami peningkatan, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus melakukan inovasi, demi meningkatkan PAD. Salah satunya dengan merubah sistem pembayaran PAD dari tunai menjadi non tunai dengan menggunakan kanal- kanal digitalisasi seperti m-banking, aplikasi yang ada, toko pedia, virtual account dan lain-lain.
Pembayaran secara non tunai ini semuanya dimaksudkan untuk menjaga keamanahan uang pajak agar betul-betul tertib, aman, amanah, cepat dan tepat.
Selain itu, Bapenda dibawah komando Muksin, juga gencar melakukan penagihan dan pendataan terhadap keberadaan tambang galian C yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Timur.
Hasil pendataan tersebut kemudian menjadi acuan target pada tahun 2024 yang naik secara signifikan yakni sebesar Rp.57 Miliar, khusus untuk pajak MBLB.
Namun begitu, apa yang sudah direncanakan tidak selalu berjalan mulus oleh karena masih tingginya penghindaran pajak seperti yang disebutkan diatas.
“Akibatnya, capaian PAD MBLB ini baru bisa terealisasi saat ini sebesar 8 miliar, dan mengakhiri tahun 2024 insyaallah bisa tercapai sekitar 13 miliar,” ungkapnya.
Terkait dugaan beberapa pihak tentang adanya mafia di Bapenda yang menjadi penyebab terjadinya kebocoran PAD, Muksin secara tegas membantah dugaan tersebut.
Dirinya kembali memberikan penegasan, jika dugaan tersebut memang benar dan ada bukt datanya, maka dirinya mempersilakan untuk dilaporkan ke pihak yang berwenang.
“Kalo memang itu benar dan ada bukti, silahkan proses kami secara hukum Supaya semuanya menjadi terang benderang, dan tidak ada sak wasangka terhadap kami,” tandasnya.
(Anas/PL)















