Hasto Kristiyanto Terseret Kasus Harun Masiku: KPK Bongkar Dugaan Suap dan Perintangan Penyidikan

Nasional,  PorosLombok.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Hasto Kristiyanto, Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) Harun Masiku. Langkah ini menjadi babak baru dalam skandal korupsi yang telah lama menghantui politik Indonesia.

Melansir Detik.com, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, dalam konferensi persnya, Rabu (25/12), menjelaskan bahwa Hasto diduga kuat berperan penting dalam dua tindak pidana sekaligus: menyuap eks komisioner KPU Wahyu Setiawan dan menghalangi proses penyidikan kasus tersebut. “Peran Hasto sangat krusial, bahkan melibatkan sejumlah aktor lain dalam upaya ini,” tegas Setyo.

Drama bermula dari Pemilu 2019, ketika Harun Masiku, caleg PDIP, hanya mengumpulkan 5.878 suara, jauh di bawah Rizky Aprilia yang meraih 44.402 suara di Dapil 1 Sumatera Selatan. Meski demikian, Hasto tetap ngotot memuluskan jalan Harun ke DPR. Berbagai upaya pun dilakukan, termasuk mengatur pertemuan Rizky dengan Saeful Bahri di Singapura untuk membujuk Rizky mundur. Namun, langkah itu gagal total.

Tak berhenti di situ, Hasto disebut langsung menemui Wahyu Setiawan pada Agustus 2019. Dalam pertemuan itu, Wahyu diminta membantu menggantikan Rizky dengan Harun. KPK menyebutkan, Hasto diduga memberikan sejumlah uang kepada Wahyu sebagai pelicin.

Kasus ini sebelumnya telah menjerat tiga pihak lain, termasuk Wahyu Setiawan, yang kini mendekam di penjara dengan vonis tujuh tahun. Namun, Harun Masiku hingga kini masih menjadi misteri besar. Lima tahun buron, keberadaan Harun tetap tak terlacak.

Dengan status Hasto sebagai tersangka, KPK menunjukkan taringnya dalam melanjutkan pengusutan skandal ini. Publik menanti bagaimana akhir cerita dari drama yang melibatkan tokoh penting partai besar ini. “Ini bukti bahwa hukum tidak pandang bulu,” ujar Setyo.

Kasus ini kembali menyoroti integritas partai politik dan calon legislatif dalam pemilu. Publik berharap KPK tidak hanya berhenti di Hasto, tetapi juga mengejar aktor lain yang terlibat, termasuk memastikan Harun Masiku segera tertangkap.

Apakah penetapan Hasto akan membuka kotak pandora baru? Atau, kasus ini akan kembali menjadi drama panjang tanpa akhir? Waktu yang akan menjawab. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Bank NTb

TERBARU