Lombok Timur, PorosLombok.com – Menyambut malam pergantian tahun, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengambil langkah tegas untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menegaskan larangan penggunaan petasan dan kembang api, serta meminta warga merayakan tahun baru dengan cara yang lebih bijak dan aman.
Pernyataan itu disampaikan Juaini Taofik usai menyerahkan bonus kepada para juara MTQ Tingkat Provinsi NTB di ruang kerjanya, Selasa (31/12). Ia menilai penggunaan petasan bukan hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan yang dapat merugikan masyarakat.
“Petasan dan kembang api sering kali menjadi sumber masalah, mulai dari kebisingan hingga kecelakaan. Saya harap masyarakat memahami dan ikut mendukung kebijakan ini demi kebaikan bersama,” ujar Juaini Taofik dengan nada tegas.
Pemkab Lombok Timur juga telah menyiapkan pengamanan ekstra di tiga titik keramaian yang diprediksi menjadi pusat perayaan malam tahun baru, yakni Taman Rinjani Selong, Masbagik, dan Pringgabaya. Untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan, patroli rutin akan ditingkatkan di kawasan tersebut.
“Kami akan menurunkan tim pengamanan dan memperketat patroli agar masyarakat bisa merayakan malam pergantian tahun dengan tenang,” tambahnya.
Juaini Taofik juga mengajak masyarakat Lombok Timur untuk merayakan malam tahun baru secara sederhana bersama keluarga. Ia meminta warga segera melaporkan aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan keamanan kepada pihak berwenang.
“Keselamatan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama kami. Semua potensi yang ada akan kami kerahkan demi memastikan situasi tetap kondusif,” tegasnya.
Dengan kebijakan ini, Pemkab Lombok Timur berharap malam tahun baru bisa berlangsung tanpa hambatan, sehingga masyarakat dapat menikmati suasana pergantian tahun dengan damai dan penuh ketenangan.
(Arul/PorosLombok)














