Lombok Timur, PorosLombok.com – Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur, H. Mohammad Juaini Taufik, menunjukkan kepemimpinan tegas dalam menghadapi ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) yang berdampak pada sektor peternakan.
Di tengah keterbatasan anggaran, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Timur siap menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT) untuk mencegah penyebaran penyakit ini.
Komitmen tersebut disampaikan Juaini saat menerima kunjungan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPHP), Makmun, di Rupatama 1, Jumat (10/1).
Dalam kesempatan tersebut, Juaini menekankan pentingnya sektor peternakan dalam perekonomian Lombok Timur.
Dengan populasi ternak sapi mencapai 150 ribu ekor, Lombok Timur merupakan salah satu daerah dengan potensi peternakan terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Kami tidak akan tinggal diam. Penanganan PMK adalah prioritas, karena peternakan bukan hanya urusan ekonomi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat. Dana BTT akan menjadi opsi jika memang diperlukan,” ujar Juaini dengan tegas.
Ia menambahkan bahwa langkah cepat dan tepat dari pemerintah sangat krusial untuk mencegah meluasnya wabah.
“PMK harus ditangani dengan serius. Kita sudah belajar banyak dari pengalaman sebelumnya, dan kali ini kita harus lebih sigap,” imbuhnya.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Direktur PPHP, Makmun. Ia menyebut langkah yang diambil Lombok Timur mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan PMK.
PMK menyebar sangat cepat, sehingga diperlukan langkah-langkah luar biasa untuk mengatasinya. Di beberapa daerah, dana desa juga dimanfaatkan untuk mendukung penanganan PMK.
“Saya yakin, dengan kerja keras seperti tahun lalu, NTB, termasuk Lombok Timur, dapat lebih cepat bebas dari wabah ini,” ujar Makmun.
Makmun juga menyoroti pentingnya edukasi kepada peternak. Ia meminta dokter hewan dan paramedis untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi ternak setiap enam bulan.
Tak hanya berkomitmen, di bawah arahan Pj. Bupati, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur telah menjalankan berbagai langkah strategis.
Kepala Dinas, Masyhur, melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan pengawasan ketat di setiap desa, memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya PMK, menyediakan pengobatan untuk ternak yang sakit, serta melakukan penyemprotan kandang dan pemberian vitamin.
“Semua langkah ini kami lakukan untuk memastikan wabah dapat ditekan, dan sektor peternakan di Lombok Timur tetap produktif,” jelas Masyhur.
Juaini menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar janji. Ia ingin memastikan masyarakat merasakan tindakan nyata dari pemerintah. Menurutnya, tanggung jawab seorang pemimpin adalah memberikan solusi, bukan alasan.
“Pemerintah tidak boleh menyerah pada keterbatasan. Dengan kerja sama dan langkah konkret, saya yakin kita dapat mengatasi PMK,” tutupnya penuh keyakinan.
Dengan komitmen dan langkah strategis yang terus dilakukan, Lombok Timur diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang berhasil melindungi sektor peternakan dan mendukung kesejahteraan peternaknya.
Arul | PorosLombok















