Mataram, PorosLombok.com – Camat Ampenan Muzakkir Walad angkat bicara soal sistem domisili yang bakal diterapkan pada PPDB 2025.
Ia mendukung penuh kebijakan tersebut dan menyentil orang tua murid yang masih saja bersikeras menyekolahkan anaknya ke luar zonasi.
“Kalau semua orang tua terus kejar sekolah favorit, lalu siapa yang isi sekolah di kampungnya sendiri?” sentil Zakir, Minggu (13/04).
Ia menilai, sistem domisili adalah langkah tepat untuk memutus dominasi sekolah-sekolah tertentu yang dianggap unggulan, padahal kualitas sekolah lain tak kalah jauh.
Zakir mencontohkan SMPN 10 Mataram. Meski sekolah ini dipimpin oleh guru penggerak dan menyandang predikat Adiwiyata Nasional, peminatnya masih rendah.
“Ini karena orang tua sudah salah mindset. Mereka pikir sekolah bagus itu yang jauh dan terkenal. Padahal yang dekat juga bisa unggul,” katanya.
Pihak kecamatan, lanjut Zakir, siap turun langsung membantu proses verifikasi domisili warga, sekaligus mendampingi orang tua saat mendaftar.
“Kami akan pastikan semua data domisili valid. Kalau ada yang perlu pendampingan ke sekolah, kami siap,” tegasnya.
Ia juga menyoroti nasib sekolah swasta seperti SMP Dolar Ampenan yang tahun lalu nyaris tak dapat siswa baru.
“Kalau pola pikir ini tidak diubah, maka makin banyak sekolah di daerah yang mati suri,” ujarnya.
Zakir berharap masyarakat bisa mendukung pemerataan pendidikan lewat sistem domisili ini.
“Sekolah yang dekat bukan berarti kalah. Justru lebih mudah dipantau dan hemat ongkos,” tandasnya. (*/porosLombok)















