PorosLombok.com – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah IAIH NW Lombok Timur kembali bikin gebrakan.
Untuk ketiga kalinya, mereka sukses menggelar Festival Akhir Semester (Faster) di halaman Auditorium Ummuna Hj. Siti Raihanun ZAM, Jumat (20/6).
Faster jadi ajang unjuk kemampuan mahasiswa semester enam dalam mengaplikasikan teori mata kuliah Sinematografi dan Manajemen Event.
Acara dibuka dengan bazar, dilanjutkan pemutaran film, pertunjukan musik, hingga teater perjuangan dakwah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang sukses menyita perhatian penonton.
Wakil Rektor III IAIH NW Lotim, H Azharul Lail, yang membuka acara, mengapresiasi kreativitas mahasiswa KPI.
“Kalau sekarang, KPI itu bukan lagi Komunikasi dan Penyiaran Islam, tapi Komunitas Penggiat Inovatif,” cetusnya disambut tepuk tangan.
Ia berharap even seperti ini bisa terus digelar secara berkala, bahkan setiap semester, demi membangun karakter dan kualitas mahasiswa.
Wakil Dekan II Fakultas Dakwah, Hasanah Efendi, juga tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
“Faster ini bukan event biasa. Ini adalah hasil kerja keras dan kreativitas mahasiswa KPI yang layak diacungi jempol,” ujarnya.
Hasanah juga mengingatkan bahwa Faster bukan sekadar acara hiburan. Lebih dari itu, Faster adalah ujian praktik mata kuliah, sekaligus ajang pembuktian bahwa mahasiswa KPI mampu menjadi EO yang siap pakai.
Ketua Prodi KPI, Muhammad Amrillah, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana mahasiswa untuk mengasah soft skill dan membangun relasi.
“Mahasiswa KPI dituntut tidak hanya paham teori, tapi juga lincah di lapangan. Networking dan komunikasi adalah kunci,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Faster, Humaedi, menyebut acara berlangsung dari siang hingga malam, dengan berbagai suguhan menarik: film sinematografi, teater dakwah, live music, hingga kuis berhadiah yang memikat penonton.
Acara dihadiri sejumlah tokoh kampus, Dewan Kesenian Lombok Timur, serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Faster benar-benar jadi bukti bahwa mahasiswa KPI tak sekadar kuliah di kelas, tapi juga berani tampil di panggung inovasi.















