Kampus NTB Tepis Video Viral Mahasiswa KKN di Lombok Timur

Lombok Timur, Poros Lombok – Pihak perguruan tinggi ternama di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyanggah keras dugaan perilaku asusila yang menyeret nama mahasiswa mereka.

Kabar miring ini mencuat setelah sebuah rekaman video berdurasi 13 menit 17 detik tersebar luas di berbagai platform media sosial.

​Pihak rektorat menegaskan bahwa pemeran dalam konten tersebut bukanlah bagian dari civitas akademika mereka. Mereka meminta publik tidak langsung memercayai narasi yang menyudutkan institusi pendidikan tanpa bukti valid.

​”Hoaks itu, bos. Video yang beredar bukan mahasiswa kami. Silakan dikonfirmasi ke Ketua LPPM,” katanya, Senin (9/2).

​Verifikasi Data Peserta KKN

​Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kampus tersebut turut memberikan klarifikasi serupa untuk meredam spekulasi.

Ia menjamin bahwa dua orang dalam video tersebut tidak pernah terdaftar sebagai peserta program pengabdian masyarakat di lokasi mana pun.

​”Video yang beredar bukan mahasiswa KKN kami. Saya pastikan yang bersangkutan bukan mahasiswa dari kampus kami,” tegasnya.

​Kepolisian Mulai Melacak Pelaku

​Aparat kepolisian dari Polres Lombok Timur kini mulai memberikan perhatian serius terhadap keresahan warga akibat beredarnya video tersebut.

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, Iptu Arie Kusnandar, menyatakan bahwa personelnya tengah menelusuri sumber asli video guna mengungkap fakta sebenarnya.

​”Tim Reskrim sudah mulai bergerak untuk mendalami dugaan peristiwa yang beredar tersebut,” jelasnya.

​Sebelum video ini viral, publik di Lombok Timur sempat heboh karena narasi yang menyebutkan pasangan tersebut adalah mahasiswa universitas besar di NTB.

Unggahan tersebut mengeklaim bahwa keduanya melakukan tindakan yang mencederai norma kesusilaan serta etika akademik saat menjalankan tugas di desa.

​Meski demikian, penyelidikan awal belum menunjukkan titik terang mengenai waktu maupun lokasi pasti perekaman adegan tersebut. Ketidakjelasan informasi ini memperkuat dugaan bahwa video tersebut sengaja dikaitkan dengan program KKN untuk merusak citra mahasiswa.

​Salah satu kepala desa di wilayah Kecamatan Lenek juga mengaku terkejut dengan kabar burung yang mencoreng wilayahnya.

Ia membenarkan adanya kegiatan mahasiswa di desanya, namun memastikan seluruh program tersebut telah berakhir sejak lama dengan tertib.

​”Benar ada mahasiswa KKN di Lenek, tapi soal video itu saya sama sekali tidak tahu. Saya sudah tanyakan ke seluruh perangkat desa dan kepala dusun, tidak ada yang mengetahui informasi tersebut,” pungkasnya.

(Poros Lombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU