​Baju Koko Buat Tobat, BAZNAS Dukung Santri Lapas Selong Berbenah

Di balik jeruji, secercah harapan untuk kembali fitrah menyala melalui sehelai baju koko, menyatukan ketegasan hukum dan kelembutan hati dalam balutan sinergi kemanusiaan.

Lombok Timur, Poros Lombok — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur memperkuat jalinan sinergi lintas instansi melalui pertemuan strategis bersama jajaran pimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong.

Agenda silaturahmi tersebut menjadi momentum krusial bagi kedua lembaga guna menyelaraskan program kemanusiaan di wilayah setempat, Rabu (11/2/2026).

​Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Sudirman, menjelaskan secara mendalam mengenai peta kondisi internal serta berbagai skema pembinaan warga binaan yang tengah berjalan saat ini. Penjelasan tersebut bertujuan memberikan gambaran utuh mengenai dinamika sosial di balik jeruji besi kepada pihak otoritas zakat.

​”Kami juga menguraikan metode pengembangan kepribadian serta aspek spiritual bagi narapidana yang berstatus sebagai santri di dalam lapas,” jelasnya.

Sinergi Kemanusiaan Jelang Ramadhan

​Selain membahas manajemen internal, pihak Lapas Selong turut melayangkan usulan konkret terkait pemenuhan kebutuhan logistik penunjang ibadah guna menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan.

Permintaan bantuan ini muncul mengingat tingginya antusiasme penghuni penjara dalam mengikuti kegiatan keagamaan di masjid setempat.

​”Besar harapan kami agar BAZNAS dapat mengakomodasi ketersediaan baju koko untuk para santri lapas,” ujarnya.

​Menanggapi permohonan tersebut, Ketua BAZNAS Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, menyatakan komitmen penuh untuk mengapresiasi langkah progresif pembinaan mental dari pihak otoritas penjara.

Respons positif ini membuktikan kehadiran lembaga amil zakat dalam menyentuh lapisan masyarakat yang sedang menjalani masa hukuman.

​”Ikhtiar pengadaan pakaian muslim bagi warga binaan ini akan segera kami upayakan secara maksimal,” katanya.

​Langkah kolaborasi tersebut bakal meningkatkan kualitas spiritualitas penghuni sel selama menjalankan ibadah puasa mendatang. Dukungan materiil dari dana umat ini memberikan semangat baru bagi para narapidana untuk memperbaiki diri secara lahir maupun batin.

​”Program-program sosial serta misi kemanusiaan seperti inilah yang memang menjadi prioritas kerja kami,” pungkasnya.

​Kerja sama yang terjalin erat ini membawa harapan besar bagi keberlanjutan pemberdayaan ekonomi mantan narapidana setelah mereka menghirup udara bebas kelak.

Melalui dukungan lembaga formal, proses integrasi sosial antara warga binaan dan masyarakat umum akan berjalan lebih harmonis serta berkelanjutan.

(Poros Lombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU