Pemkab Lombok Tengah Ajak Karang Taruna Keroyok Masalah Pernikahan Anak

Pemkab Lombok Tengah mendorong Karang Taruna aktif mengatasi pernikahan dini, kemiskinan, dan stunting. Wabup Muhammad Nursiah menekankan pentingnya kolaborasi pemuda hingga tingkat desa.

PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mendorong Karang Taruna setempat untuk lebih aktif mendeteksi isu sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

​Pemerintah daerah mengajak para pemuda berkolaborasi dalam menangani persoalan krusial di akar rumput. Fokus utama sinergi ini meliputi pencegahan pernikahan dini, pengentasan kemiskinan ekstrem, hingga penanganan kasus stunting.

​“Kita mengajak melalui kegiatan ini untuk melihat isu dari sektor yang lebih besar lagi,” kata Wakil Bupati Lombok Tengah, Muhammad Nursiah.Jumat (03/04/2026).

​Selaras dengan hal itu, Nursiah menjelaskan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat terkait risiko pernikahan di bawah umur.

​“Misalnya permasalahan pernikahan anak, kemiskinan, serta stunting bisa kita kerjakan bersama,” ujarnya.

​Lebih lanjut, Karang Taruna dinilai sebagai organisasi kepemudaan yang memiliki peluang besar menjadi mitra strategis pemerintah. Struktur organisasi yang menjangkau tingkat desa menjadi kekuatan utama dalam menyerap aspirasi warga.

​“Potensi kolaborasi ini sangat besar karena ada kekuatan pengurus dari pusat hingga desa,” katanya.

​Sesuai dengan fakta lapangan, Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Bupati Lalu Pathul Bahri telah memposisikan organisasi ini sebagai rekan kerja. Namun, hasil yang dicapai saat ini dianggap masih belum maksimal bagi daerah.

​“Kami sangat terbuka untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi para pemuda,” ujarnya.

​Di sisi lain, Nursiah menuntut kepekaan sosial dari seluruh pengurus tingkat kabupaten, kecamatan, hingga pelosok desa. Aktivitas pemuda harus selaras dengan fungsi organisasi yang bernaung di bawah Dinas Sosial tersebut.

​“Harapan kita semua pengurus harus bisa menguji dan melihat isu yang ada di sekitarnya,” jelasnya.

​Melalui penguatan peran ini, pemerintah tidak ingin kelompok pemuda hanya menjadi pajangan simbolis tanpa kontribusi nyata. Kolaborasi yang sudah terjalin erat selama ini wajib ditingkatkan demi kemajuan ekonomi masyarakat.

​“Sinergi ini perlu kita tingkatkan terus ke depannya agar potensi pemuda muncul,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU