Amaq Roy Konsisten Lestarikan Budaya Peresean Keliling Pulau Lombok

Amaq Roy konsisten melestarikan budaya Peresean sejak 2020 melalui Paguyuban Burik Tanakmalit. Ia aktif menyelenggarakan turnamen lintas kabupaten guna menjaga tradisi leluhur tetap eksis.

PorosLombok.com – Sosok Amaq Roy asal Masbagik Selatan terus mendedikasikan diri sebagai pelestari budaya Peresean di tengah gempuran modernisasi demi menjaga warisan leluhur masyarakat Sasak tetap eksis.

​Pria bersahaja ini mengawali kiprahnya sebagai pengorganisir ajang adu ketangkasan tersebut sejak tahun 2020 silam. Langkah awalnya bermula saat ia mendirikan Paguyuban Burik Tanakmalit sebagai wadah bernaung para pecinta tradisi.

​”Saya mulai mengadakan even Peresean pada tahun 2020 bertepatan dengan berdirinya Paguyuban Burik Tanakmalit,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

​Amaq Roy mengakui bahwa kemampuannya mengelola turnamen besar tidak lepas dari bimbingan intensif tokoh budaya senior. Mentor tersebut adalah Amaq Mila yang selama ini menjadi guru dalam memahami seluk-beluk penyelenggaraan acara.

​”Penyelenggaraannya mencakup se-Pulau Lombok dan semua paguyuban pernah kami undang hingga Lombok Utara,” jelasnya.

​Jangkauan turnamen yang ia nakhodai kini telah meluas hingga ke berbagai pelosok di wilayah Pulau Seribu Masjid. Tercatat, ia pernah sukses menggelar ajang serupa di wilayah Merembu, Kota Mataram, selain fokus utamanya di Lombok Timur.

​”Kalau pengalaman pribadi saya, yang paling sulit dicarikan lawan tanding adalah petarung sekelas Ombak Tenang,” terangnya.

​Pengelola arena ini memaparkan tantangan teknis dalam mencari lawan yang sepadan bagi pepadu dengan reputasi besar. Tingkat kemampuan petarung senior seringkali membuat proses kurasi tanding menjadi lebih lama dan selektif.

​”Kami akan terus keliling mengadakan Peresean ini untuk melestarikan budaya dan mengasah kemampuan pepadu,” katanya.

​Amaq Roy berkomitmen menjadikan setiap pertandingan sebagai wadah krusial bagi regenerasi petarung junior maupun senior. Baginya, konsistensi menyelenggarakan acara adalah kunci utama agar identitas lokal tidak tergerus zaman.

​Selesai di Desa Loyok, penyelenggara sudah mulai memetakan lokasi strategis berikutnya untuk menggelar laga adu rotan. Fokus lokasi selanjutnya kemungkinan besar akan menyasar wilayah Rumbuk atau Kecamatan Sikur Barat.

​”Kemungkinan besar ajang selanjutnya akan kita gelar di Rumbuk atau mungkin Sikur Barat,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU