Dies Natalis ke-10 Poltekpar Lombok, Kurleni Ukar Tekankan Inovasi SDM

Merayakan satu dekade, Staf Ahli Kemenpar Raden Kurleni Ukar memuji kemajuan Poltekpar Lombok dan mendorong lulusannya menjadi inovator pariwisata berkelanjutan di NTB.

PorosLombok.com – Staf Ahli Bidang Birokrasi dan Regulasi Kementerian Pariwisata RI Raden Kurleni Ukar menghadiri Dies Natalis ke-10 Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok di Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (9/5/2026).

​Kunjungan kerja ini bertujuan meninjau perkembangan kampus selama satu dekade sekaligus memberikan arahan strategis pengembangan SDM pariwisata. Pemerintah pusat fokus memantau kualitas pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Barat.

​“Perkembangannya sangat luar biasa karena saat pertama saya ke sini tahun 2019 areanya masih tahap pembangunan gedung,” ujar Raden Kurleni Ukar.

​Raden Kurleni Ukar mengaku terkesan melihat transformasi fisik kampus yang kini memiliki bangunan-bangunan megah dan cantik. Ia menilai kualitas sarana prasarana saat ini sudah jauh lebih representatif dibanding masa asesmen dahulu.

​“Kampus ini harus bisa menjadi contoh nyata bagaimana pariwisata berkelanjutan diterapkan termasuk pengelolaan sampahnya,” tegasnya.

​Pihak kementerian memberikan catatan serius mengenai kebersihan lingkungan terutama temuan sampah di area gedung olahraga. Poltekpar wajib menjadi garda terdepan dalam mempraktikkan manajemen limbah yang profesional bagi mahasiswa.

​“Instansi pendidikan pariwisata dituntut konsisten menjalankan konsep green tourism melalui kerja sama dengan pengelola KEK Mandalika,” jelasnya.

​Upaya pelestarian lingkungan hidup menjadi syarat mutlak dalam mewujudkan ekosistem wisata yang sehat di wilayah Lombok. Kurikulum pendidikan harus mampu mengintegrasikan aspek keberlanjutan secara mendalam pada setiap mata kuliah.

​“Inovasi kurikulum Edukarsa yang memadukan Tridarma Perguruan Tinggi memberikan dampak nyata dan positif bagi pembangunan daerah,” pujinya.

​Staf ahli mengapresiasi terobosan Direktur Poltekpar Lombok yang berhasil menyatukan fungsi pengajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat. Sinergi tersebut dianggap efektif mempercepat kemajuan sektor ekonomi kreatif lokal.

​“Kami bangga atas raihan predikat Wilayah Bebas Korupsi pada 2024 dan kini kampus sedang bersiap menuju WBBM,” ungkapnya.

​Pencapaian dalam tata kelola birokrasi ini menunjukkan komitmen lembaga dalam mewujudkan pelayanan publik yang bersih serta akuntabel. Integritas institusi menjadi fondasi utama untuk melahirkan lulusan berkualitas global.

​“Mahasiswa tidak hanya menjadi pekerja tetapi harus mampu menjadi entrepreneur yang menciptakan nilai tambah pariwisata,” pesannya.

​Lulusan terbaik diharapkan mendedikasikan ilmu mereka untuk membangun daerah sendiri terlebih dahulu sebelum merambah pasar nasional maupun internasional. Kreativitas alumni sangat dibutuhkan untuk meningkatkan tourist spending,*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU