PorosLombok.com – InJourney Tourism Development Corporation berkolaborasi dengan Dharma Lautan Utama Ferri guna mempermudah akses wisatawan menuju ajang balap dunia di Nusa Tenggara Barat, Selasa (6/10/2026).
“Ini bukan hanya soal biaya, melainkan investasi bagi pariwisata. Kami mengapresiasi komitmen DLU yang telah menunjukkan keinginan bekerja sama untuk menyediakan sarana transportasi yang andal,” kata Direktur Operational ITDC, Troy Reza Warokka.
Langkah strategis ini mencakup perbaikan skema angkutan pelayaran rute Surabaya menuju Lombok yang kini dapat ditempuh dalam kurun waktu sekitar 18 jam perjalanan.
“Safety di laut sama pentingnya dengan safety di jalur balap. Kapal DLU dilengkapi alat keselamatan yang telah teruji dan dioperasikan oleh kru bersertifikasi,” jelasnya.
Sektor keselamatan armada laut menjadi fokus utama pengelolaan manajemen demi menjamin kenyamanan seluruh penumpang selama mengarungi perairan menuju destinasi liburan.
“Ketika kita berbicara tentang pariwisata olahraga, kita tidak hanya mempertjemput jumlah kunjungan, tetapi juga memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh stakeholder. Ini adalah awal yang baik, dan kita berharap sinergi ini dapat terus berlanjut untuk tahun depan dan selanjutnya,” ujarnya.
Pihak pengelola kawasan pariwisata terus berupaya memperluas jaringan konektivitas moda transportasi guna menyambut lonjakan pengunjung acara internasional.
“Kapasitas penumpang 554, serta 84 kendaraan per kapal. Fasilitas di atas kapal meliputi kelas ekonomi duduk dan tidur, eksekutif seat, cabin hotel‑kapsul, serta kelas VIP yang dilengkapi kamar mandi bersih, resto, musholla, bahkan barbershop dan karaoke,” kata Manajer Cabang Lombok DLU, Firman Dandy.
Penyedia jasa pelayaran menyiagakan dua armada utama yaitu KM Kirana 7 dan kapal pendukung untuk melayani rute harian secara konsisten dari Surabaya.
“Nilai uang yang dibayar terasa sangat baik – fasilitas lengkap dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Tingkat pemesanan tiket penyeberangan menunjukkan kenaikan signifikan dan stabil tanpa adanya kenaikan tarif meski terjadi lonjakan permintaan sekitar 25 persen.
“Kemarin ada rombongan touring dari IMI yang sudah berangkat ke Mandalika menggunakan kapal kami. Hal ini membuktikan bahwa konektivitas laut tidak hanya menjadi solasi bagi penumpang, tetapi juga sebagai pengangkut kendaraan dan logistics penting bagi acara internasional,” jelasnya.
Rombongan penggemar otomotif dan komunitas pengendara dari Pulau Jawa mulai memanfaatkan penyeberangan kapal sebagai sarana logistik utama perjalanan.
“Fasilitas lengkap mulai dari ekonomi sampai kelas VIP, telah menunjukkan okupasi tiket mendekati 100 % sejak peluncurannya, menjanjikan dampak berkepanjangan bagi sektoral pariwisata dan ekonomi daerah,” pungkasnya.*


















