Mohan Roliskana Nakhodai KONI NTB, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal Minta Fokus Sukseskan PON 2028

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal tegaskan pentingnya kebersamaan insan olahraga usai Mohan Roliskana terpilih memimpin KONI NTB periode 2026–2030 demi sukseskan PON 2028.

PorosLombok.com — Persiapan Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XXII 2028 resmi memasuki babak baru. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan soliditas seluruh insan olahraga menjadi kunci utama menyukseskan gelaran akbar tersebut saat membuka Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa KONI NTB 2026 di Mataram, Selasa (13/10/2026).

“Kita tidak punya waktu lagi untuk menunda-nunda. Kita harus segera mempersiapkan diri, segera fokus ke penyelenggaraan PON 2028. Apa yang kita lakukan hari ini adalah komitmen kecil yang akan menumbuhkan nanti kesuksesan PON 2028,” tegas Iqbal.

Momentum bersejarah menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar di Indonesia ini menuntut kerja keras kolektif. Menurut Lalu Muhamad Iqbal, kebersamaan serta pembinaan atlet yang berkelanjutan menjadi pondasi utama agar daerah tidak hanya sukses menggelar ajang, tetapi juga sukses mengukir prestasi terbaik.

“Kesuksesan satu orang adalah kesuksesan yang lainnya. Kesuksesan satu orang adalah kesuksesan kita bersama-sama,” ujarnya.

Ajang Musprovlub ini juga diharapkan dapat menyatukan kembali seluruh figur potensial daerah usai kompetisi kepemimpinan. Gubernur menekankan pentingnya mengesampingkan segala perbedaan demi nama baik daerah dan kesiapan fasilitas pendukung menjelang kompetisi antarprovinsi mendatang.

“Di tengah perbedaan-perbedaan itu, satu yang mempertemukan kita adalah semangat untuk menyukseskan PON 2028. Dan semangat untuk menunjukkan bahwa NTB pantas bersama NTT menjadi tuan rumah PON 2028,” ungkapnya.

Melalui ajang pemilihan yang berlangsung dinamis tersebut, nama H. Mohan Roliskana akhirnya keluar sebagai pemenang kepemimpinan organisasi. Wali Kota Mataram itu berhasil mengamankan dukungan mayoritas peserta musyawarah untuk memimpin wadah induk cabang olahraga daerah periode 2026–2030.

“Dengan hasil ini, Saudara Dr. H. Mohan Roliskana terpilih sebagai Ketua KONI NTB dengan perolehan 45 suara,” kata Pimpinan Sidang Musprovlub, Baiq Isvie Rupaers.

Dalam proses pemungutan suara yang digelar secara transparan, Mohan mengantongi 45 suara dari total 76 hak suara. Ia mengungguli petahana Mori Hanafi yang memperoleh 29 suara, sementara dua pemilih memilih bersikap netral.

“Saya butuh bantuan dari banyak pihak untuk membangun olahraga di NTB. Terima kasih kepada Pak Mori Hanafi, sahabat saya, atas wejangan-nya,” kata Mohan saat menyampaikan visi dan misi.

Menanggapi hasil akhir Musprovlub, Mohan menyadari amanah besar yang kini terpikul di pundaknya. Ia berkomitmen merangkul seluruh pimpinan cabang olahraga demi mempercepat persiapan teknis daerah dalam menyambut ribuan atlet dari seluruh Nusantara.

“Dinamika pemilihan cukup menyita waktu, tetapi fokus utama kita adalah membawa prestasi olahraga daerah ini melonjak tinggi di level nasional,” jelasnya.

Konsolidasi organisasi secara intensif akan segera dilakukan guna menyusun jajaran kepengurusan yang solid. Mohan berjanji mengakomodasi berbagai pemikiran konstruktif demi membangun sinergi yang harmonis antara KONI, pemerintah daerah, dan pengurus cabang olahraga.

“Kami akan bergerak cepat merapikan langkah, memperkuat pembinaan usia dini, dan memastikan sarana prasarana siap tepat waktu,” tuturnya.

Langkah cepat kepengurusan baru dipastikan mendapat sokongan penuh dari seluruh jajaran pengurus kabupaten dan kota. Dukungan menyeluruh ini diharapkan menjadi modal berharga dalam menghadapi agenda jangka pendek maupun agenda utama empat tahunan mendatang.

“Kepercayaan ini adalah tanggung jawab bersama, mari kita buktikan NTB siap mencetak sejarah baru di panggung olahraga,” tegasnya.

Transisi kepemimpinan ini menandai dimulainya kerja keras menyelaraskan agenda pembangunan infrastruktur olahraga dan pemusatan latihan daerah. Seluruh pihak sepakat bahwasanya kesuksesan PON 2028 merupakan kehormatan tinggi yang wajib diperjuangkan bersama.

“Tidak ada lagi kubu-kubuan, sekarang saatnya kita bergandengan tangan menyongsong gelaran PON 2028,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU