Lombok Timur, PorosLombok.com –
Seleksi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK ) di Kementerian Agama ( Kemenag ) sudah sampai pada tahapan ke lima. Dimana tahapan pertama yaitu pendaftaran via online, kemudian Pengumuman Administrasi, selanjutnya Masa Sanggah, Pengumuman Masa Sanggah, tes SKD ( Seleksi Kompetensi Dasar ) dan SKTT ( Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan ), kemudian tahapan keenam yakni pengumuman kelulusan.
Hal inilah yang disampaikan Kasubag TU Kemenag Lotim, H. Suardi, M.Pd.I. saat dikonfirmasi di lokasi tes MTSN 1 Lombok Timur pada Selasa ( 12/12 ).
Dijelaskannya, jumlah peserta SKTT untuk titik lokasi Lombok Timur sebanyak 319 orang yang dibagi menjadi 3 sesi, dimana masing masing – masing sesi terisi 4 ruangan.
Suardi menambahkan, persyaratan mengikuti PPPK ini adalah pegawai yang bekerja di instansi pemerintah lingkup Kemenag seperti pegawai KUA, Madrasah Negeri, dan juga pegawai UPT Asrama Haji.
“Untuk tes SKTT, ini titik lokasi tes di Lotim, peserta yang tes di sini berdasarkan domisili di KTP” tuturnya.
Suardi berharap, seleksi ini bisa berjalan lancar, objektif sehingga nanti akan terwujud ASN yang berintegritas, profesional sehingga membawa Kementerian Agama lebih baik dalam hal melayani masyarakat.
Ditempat yang sama, Hj. Suriah, S.E. selaku Pengawas Titik Lokasi tes SKTT menerangkan bahwa para peserta Calon PPPK Kemang ini, akan mengikuti 2 kali tes yakni tes Seleksi Kompetensi Dasar ( SKD ) dan Seleksi Seleksi Kompetensi Teknis ( SKTT ).
Dimana tes Seleksi Kompetensi Dasar ( SKD ) yang diselenggarakan oleh BKN bulan lalu bertempat di Auditorium Bir Ali II Asrama Haji Mataram, sementara untuk tes SKTT ini diselenggarakan oleh Kemenag.
Adapun jumlah peserta seluruh indonesia untuk Kementerian Agama sekitar tujuh puluh lima ribu peserta yang terbagi di seluruh titik lokasi se – Indonesia.
“Kebetulan di provinsi NTB ini ada 10 titik lokasi tes, salah satunya di MTSN 1 Lombok Timur dimana pesertanya merupakan peserta gabungan dari seluruh peserta yang melamar di Kementerian Agama baik formasi khusus maupun formasi umum” terangnya.
Selaku pengawas Hj. Suriah, langsung memantau kesiapan panitia, baik kesiapan perangkat maupun jaringan. Dari hasil pantauannya tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan artinya kondisi aman dan lancar.
“Alhamdulillah untuk sementara hasil pantauan kami semua berjalan lancar dan aman” pungkasnya. ( PL, Erwin )















