(Lombok Timur, PorosLombok.com).- Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur terus berupaya mengatasi persoalan krisis air bersih yang selama ini menjadi tantangan, terutama di wilayah selatan. Langkah ini diambil untuk memberikan solusi atas permasalahan yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat setempat.
Setelah berhasil membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Pemda Lombok Timur kini berencana untuk menambah infrastruktur air dengan membangun sumur bor. Proyek ini dijalankan melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur yang bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan air bersih di kawasan tersebut.
Direktur Teknik PDAM Lombok Timur, L. Sriadi, mengungkapkan bahwa pengeboran sumur ini akan dimulai pada bulan Oktober di Desa Loyok, Kecamatan Sikur. “Kami rencanakan bulan Oktober di satu titik pengeboran dengan sumber dana dari PDAM Lotim,” ujar Sriadi pada Jumat (4/10/2024).
Pemilihan lokasi pengeboran di Desa Loyok dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan dan potensi sumber air yang ada. Proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Sumur bor yang akan dibangun ini ditujukan untuk melayani wilayah cabang Sikur, meliputi Desa Sikur, Montong Baan, dan Semaya. Ketiga desa ini memang membutuhkan perhatian khusus mengingat tingginya permintaan air bersih di sana.
Peningkatan jumlah pelanggan PDAM di wilayah tersebut turut mendorong percepatan proyek pembangunan sumur bor. Dengan bertambahnya pelanggan, kebutuhan air bersih turut meningkat, sehingga infrastruktur tambahan menjadi sangat diperlukan.
Sriadi menegaskan bahwa proyek ini merupakan jawaban atas keluhan masyarakat selama ini. “Sumur bor ini kita peruntukkan untuk Desa Sikur, Montong Baan, dan Semaya,” tegasnya, menandakan komitmen PDAM dalam melayani kebutuhan masyarakat.
Dengan terealisasinya proyek sumur bor ini, Pemda Lombok Timur berharap kebutuhan air bersih di wilayah hulu dan hilir dapat terpenuhi dengan baik, sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih.
(Anas/PorosLombok.com)















