Lotim, PorosLombok.com | Miris, melihat para siswa dan Siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Loyok harus rela belajar di luar kelas, pasalnya, sejak 2017 lalu kondisi gedung sekolah yang terletak di Dusun Mangkling tersebut mengkhawatirkan, dimana, beberapa bagian gedung sering ambruk.
Berdasarkan pantauan media Poros Lombok bangunannya tampak mau roboh, seperti plafon, tembok dan sebagainya, sehingga tentu tidak memungkinkan bagi para siswa yang berjumlah 98 orang untuk belajar di ruang kelas.

Mujahidin salah satu guru kelas SDN 4 Loyok menuturkan, bahwa kondisi ini sejak 2017 yang lalu, sehingga para guru dan murid harus rela menggunakan lapangan dan teras sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Sudah kami usulkan, namun sampai saat ini belum ada tindakan dari Pemerintah daerah (Dikbud Lotim – red) bahkan kami dijanjikan jadi skala Prioritas,” ucap Mujahidin kepada PorosLombok, Senin (08/01).
Saat ini kata dia, Para guru dan siswa was-was belajar di kelas apalagi disaat musim hujan seperti sekarang ini, mengingat atap kelas yang ambruk akan menjadi kekhawatiran karena akan membuat guru dan siswa basah, jadi ia meminta agar secepatnya Pemerintah daerah untuk meng atensi permasalahan tersebut.

Lebih jauh diungkapnya, Sistem belajar yang digunakan saat ini dengan membagi para siswa yakni untuk kelas 1, 2 dan 3 belajar sampai jam 11.00 Wita sedangkan, untuk kelas 4, 5, 6 sampai jam 12.15 Wita, namun ia memastikan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar dengan kondisi seadanya saat ini, karena cuma ini yang bisa pihak sekolah lakukan sambil menunggu bantuan dari Pemerintah Daerah.
Mujahidin selaku Guru berharap, Pemerintah perduli kepada anak-anak didik SDN 4 Loyok khususnya yang ada di Dusun Mangkling, dengan segera dilakukan perbaikan sarana dan prasarana Sekolah, jangan dibiarkan terus menerus seperti ini.
“Kondisi semua ruangan rusak, tapi yang paling parah yaitu, 1 unit bangunan yang terdiri dari 3 Ruang belajar, bahkan saat ini kami gunakan kelas sebagai kantor bagi para guru,” tandasnya.
Sementara itu Yusuf pengawas SD Kecamatan Sikur mengatakan kondisi sekolah ini sejak kanit dikbud Sikur sebelumnya dan pihaknya sudah berusaha untuk mengusulkan perbaikan, namun yang perlu diingat kata dia, dirinya hanyalah pengawas sebatas rekomendasi.
“Namun yang jelas semua kelas disini berdasarkan hasil survei yang saya lakukan memang kondisinya rusak parah sehingga harus segera diperbaiki, kita khawatir anak-anak belajar di luar terus bagaimana jika hujan,”pungkasnya.
(Arul/PorosLombok)














