Bocah 3,5 Tahun di Lombok Timur Hilang Misterius, Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi

Lombok Timur, PorosLombok.comSeorang bocah laki-laki bernama Alfi (3,5) ditemukan tewas setelah sebelumnya dilaporkan hilang di Desa Pijot Utara, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Selasa (11/2) malam.

Jasadnya ditemukan tersangkut di kayu di saluran irigasi sejauh satu kilometer dari rumahnya dengan luka di kepala dan pelipis kiri.

Kasi Humas Polres Lombok Timur AKP Nikolas Oesman membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, dugaan sementara korban terpeleset ke saluran irigasi saat hendak buang air kecil.

“Dugaan awal, korban terpeleset dan jatuh ke saluran irigasi. Arus yang cukup deras kemungkinan besar menjadi faktor utama yang menyebabkan korban terbawa hingga sejauh satu kilometer sebelum ditemukan tersangkut kayu,” kata AKP Nikolas Oesman, Rabu (12/2).

Kejadian tragis ini bermula sekitar pukul 18.00 WITA, sebelum azan Magrib. Saat itu, Alfi ikut ayahnya, Aq. Udin, ke kandang kambing yang berjarak sekitar dua meter dari tempatnya berdiri.

Tak lama berselang, bocah itu sempat mengatakan ingin buang air kecil. Namun, dalam hitungan menit, dia menghilang tanpa jejak.

“Saat saya selesai memberi makan kambing dan menoleh ke arahnya, Alfi sudah tidak ada. Yang tersisa hanya celananya,” ujar Aq. Udin dengan suara bergetar.

Panik, orang tua korban langsung pulang ke rumah, berharap anaknya sudah lebih dulu sampai. Namun, harapan itu sirna. Alfi tak ditemukan di mana pun.

Keluarga bersama warga sekitar pun bergegas melakukan pencarian, sebelum akhirnya melapor ke pihak kepolisian.

Sekitar pukul 20.15 WITA, laporan anak hilang diterima oleh Polsek Keruak. Tak butuh waktu lama, polisi bersama Tim Basarnas Lombok Timur yang berjumlah 15 orang serta warga sekitar mulai melakukan penyisiran.

Pencarian difokuskan pada saluran irigasi di dekat kandang kambing, yang saat itu airnya cukup deras.

Ketegangan semakin memuncak ketika tim menemukan celana hitam milik korban. Dengan penerangan seadanya, mereka terus menyusuri aliran irigasi hingga akhirnya, pada pukul 22.10 WITA, tubuh kecil Alfi ditemukan tersangkut kayu di saluran irigasi Batu Rontok, Desa Pijot Selatan—sekitar satu kilometer dari lokasi awal.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka di kepala belakang dan pelipis kiri bagian atas, diduga akibat benturan dengan benda keras,” jelas AKP Nikolas Oesman.

Jasad bocah malang itu sempat dibawa ke RS Patuh Karya Keruak untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga pada pukul 22.52 WITA untuk persiapan pemakaman.

Polisi mengimbau para orang tua agar lebih waspada dan tidak lengah dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama di sekitar lokasi yang berisiko.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan selalu mengawasi anak-anaknya, terutama di area seperti saluran irigasi yang memiliki arus deras,” tegas AKP Nikolas Oesman.

Tangis haru pecah di rumah duka saat jenazah Alfi tiba. Kepergian bocah malang itu menjadi pukulan berat bagi keluarganya, sekaligus menjadi pengingat bagi semua orang tua untuk selalu menjaga buah hati mereka agar kejadian serupa tak terulang kembali.

Redaksi | PorosLombok

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU