Bupati Sukiman: Guru Memiliki Tugas Menyiapkan Generasi Emas

LOMBOK TIMUR – PorosLombok.com | Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy menghadiri acara Santunan anak yatim piatu yang berlangsung di Lapangan umum desa Sikur, kecamatan Sikur pada Sabtu (9/9/2023).

Santunan anak yatim tersebut diprakarsai oleh Kanit UPT Dikbud kecamatan Sikur bersama pengurus cabang PGRI kecamatan Sikur.

Dalam sambutannya, H. Sukiman menyampaikan bahwa baru pertama kali menemukan adanya acara resepsi penutupan peringatan HUT RI yang dirangkaikan dengan acara santunan yatim piatu.

“Saya banyak menghadiri acara resepsi penutupan peringatan HUT RI, tetapi baru di kecamatan Sikur ini saya menghadiri dan dihadiri oleh anak yatim, Alhamdulillah” ucapnya.

Hal ini tentu tidak lepas dari bimbingan PGRI Lotim, pengurus PGRI kecamatan, Kanit Dikbud Sikur, kepala Sekolah, dan guru – guru yang telah bersatu padu, bergotong royong untuk memberikan santunan kepada anak yatim.

Oleh karena itu, Sukiman mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan partisipasinya sehingga acara ini dapat berlangsung dengan khidmat.

Sukiman menjelaskan bahwa tugas guru cukup berat, terlebih saat ini untuk menyiapkan generasi muda menuju generasi emas pada tahun 2045 nanti. Dimana pada tahun itu, Indonesia genap merdeka 100 tahun.

Maka tentu tugas guru untuk mempersiapkan itu, tentunya dengan mendidik agar kepribadian generasi muda menjadi lebih  baik, sehingga mereka tidak lemah pada lima bidang diantaranya tidak lemah bidang iman, ibadah, akhlak, ekonomi, dan juga ilmu.

“Jika lima hal itu sudah dilakukan, maka kita bisa berharap generasi emas pada tahun 2045 itu adalah mereka yang otaknya di Jerman, Amerika tetapi hatinya tetap di makkah” jelasnya.

Oleh karena itu, Sukiman berharap dan mengajak para guru untuk  menyiapkan anak – anak didik dengan sebaik-baiknya agar mereka menjemput masa depan yang penuh tantangan itu dengan sebaik-baiknya pula.

Dijelaskannya pula, bahwa pada tahun 2018, IPM Lotim berada pada rangking 9 dari 10 kabupaten kota yang ada di NTB, kemudian  pada tahun 2020 naik rangking menjadi 8 dan pada tahun 2023 naik rangking ke 7.

“Alhamdulillah, IPM Lotim naik dua digit dibandingkan tahun 2018, salah satu diantara faktor pendukungnya adalah dunia pendidikan. Pengabdian guru di dunia pendidikan sungguh sangat berkah dan menaikkan IPM kita” terangnya.

Sukiman menambahkan, mungkin kalau dalam aspek infrastruktur tidak banyak yang bisa diperbuat karena keterbatasan.  bayangkan saja, satu tahun pemerintah Lotim melaksanakan pembangunan rumah akibat gempa, kemudian dua tahun mengalami dan menangani Covid – 19.

“Satu tahun penanganan gempa dan 2 tahun Covid-19, lalu kemudian hanya dua tahun kita bekerja bersama – sama, tapi Alhamdulillah hasilnya signifikan” terang Sukiman.

( PL, Erwin )

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU