Capaian Vaksinasi Polio Tahap Kedua di Lombok Timur Melampaui Target

LOTIM – PorosLombok.com || Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah melaksanakan vaksinasi polio tahap pertama dengan capaian 100 persen terhadap sasaran yang sudah ditetapkan.

Menurut kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur Dr. Pathurrahman, terdapat dua sasaran dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut yakni sasaran proyeksi dan sasaran riil.

“Kalo sasaran proyeksi di Lombok Timur ini sebanyak 219.458 anak. Data ini karna sifatnya proyeksi kami validasi dia. Setelah kita validasi ketemulah sasaran riil-nya itu sebanyak 210.898 anak,” ungkap Pathurrahman, Rabu (14/8/2024).

Saat ini dinas kesehatan tengah menggencarkan vaksinasi tahap dua atau pemberian dosis kedua kepada anak yang telah menjalani vaksinasi tahap satu yang dimulai sejak Senin 12 Agustus.

Hasilnya, sampai dengan hari kedua atau Selasa kemarin sudah mencapai 43,82 persen dari sasaran riil atau sebanyak 92.413 anak yang sudah tervaksinasi. Capaian tersebut lebih tinggi dari target yang direncanakan yaitu sebesar 30 persen, pada hari kedua.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB sampai hari kedua kemarin (Selasa) dari 10 Kabupaten/Kota, Lombok Timur berada pada posisi kedua dengan capaian tertinggi setelah Kabupaten Sumbawa Barat dengan sasaran riil 20.397.

Adapun time schedule pelaksanaan vaksinasi polio adalah satu minggu untuk pelaksanaan dan satu minggu untuk sweeping.

“Nah di Lombok Timur, sweeping ini adalah untuk mencari sasaran-sasaran yang belum tervaksinasi saat jadwal sasaran,” terangnya.

Petugas vaksinasi dalam pelaksanaan sweeping akan mencari sasaran ke rumah-rumah atau sekolah-sekolah tempat sasaran berada tanpa batasan waktu, baik sore maupun malam.

“Inilah kendala kita, yaitu sasaran tidak berada di tempat pada saat waktu yang ditentukan, misalnya di posyandu atau di sekolah. Kalo yang sakit kita tunda dulu sampai dinyatakan sehat oleh dokter,” terangnya.

Lebih lanjut Pathurrahman menjelaskan, polio merupakan penyakit yang belum ada obatnya tetapi bisa dicegah. Jika vaksinasi polio tidak dilakukan, maka resiko terjadinya polio kepada anak sangat tinggi.

“Pemberian vaksin polio secara teoritis maupun konseptual itu dua kali, supaya hasilnya maksimal,” tandasnya.

Sebagai informasi, polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini disebut juga dengan poliomyelitis (poliomielitis).

Virus polio dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan kerusakan pada sistem saraf motorik. Kondisi ini dapat mengakibatkan kelumpuhan pada otot, baik yang bersifat sementara maupun permanen.

Pada kasus yang lebih berat, polio dapat memengaruhi kemampuan bernapas dan menelan pada anak.

(Anas/PL)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU