Dari Biawak ke Mayat, Fakta Mengejutkan di Balik Kematian Nenek 95 Tahun

Lombok Timur, PorosLombok.com – Warga Dusun Batu Tandak, Desa Kembang Are Sampai, Kecamatan Sakra Barat, mendadak gempar. Sesosok mayat perempuan lanjut usia ditemukan di gorong-gorong pada Minggu (29/12) sekitar pukul 15.00 WITA. Korban diketahui bernama Pisah (95), warga Desa Pengkelakmas, Kecamatan Sakra Barat.

Penemuan ini bermula dari laporan dua anak kecil, Laili Rahmawati (6) dan M. Ali Muzakir (4). Keduanya sedang bermain di sekitar saluran irigasi ketika melihat seekor biawak keluar dari bawah jembatan. Rasa penasaran membawa mereka mendekat, dan di sanalah mereka menemukan bagian tubuh manusia.

Anak-anak itu lantas melapor kepada ibu mereka, Hutyanti, yang segera memeriksa lokasi. Ia kemudian mengabarkan temuan tersebut kepada Hartiningsih, warga setempat.

“Tak sampai hitungan jam, kabar ini menyebar ke seluruh dusun. Warga langsung berkerumun di lokasi untuk memastikan kejadian tersebut,” ungkap Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nikolas Oesman.

Jenazah korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Patuh Karya Keruak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan laporan polisi, korban terakhir kali terlihat pada Kamis (25/12). Saat itu, ia meminta izin kepada adiknya, Nuriyah, untuk pergi ke rumah seorang saudara bernama Sahmin. Namun, hingga Minggu, korban tak pernah sampai ke tempat tujuan.

“Korban ditemukan dalam kondisi telentang tanpa busana di gorong-gorong parit. Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang jelas, tetapi ada luka robek sepanjang 6 cm di dada, benjolan di kening, serta pembusukan di mata kanan,” jelas Iptu Nikolas.

Polisi juga mencatat bahwa dubur korban mengeluarkan kotoran, yang mengindikasikan kematian terjadi sekitar dua hari sebelum mayat ditemukan.

Sahmin, saudara korban, mengonfirmasi identitas jenazah setelah melihat langsung di rumah sakit. Untuk memastikan penyebab kematian, polisi berencana melakukan otopsi.

“Kami masih mendalami kasus ini dan menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian,” tambah Iptu Nikolas.

Proses olah tempat kejadian perkara selesai pada pukul 17.30 WITA. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwajib.

Hingga berita ini diturunkan, suasana Dusun Batu Tandak masih dipenuhi rasa duka dan tanda tanya besar atas kematian nenek 95 tahun tersebut.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Bank NTb

TERBARU