(Lombok Timur,PorosLombok.com)– Data menjadi elemen krusial dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, Penjabat Bupati Lombok Timur menantang Pemerintah Desa Kumbang, yang terletak di Kecamatan Masbagik, agar seluruh penduduk desa tersebut memiliki keselarasan data antara Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Penjabat Bupati dalam sambutannya pada acara peluncuran Desa Kumbang sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Kabupaten Lombok Timur. “Kami berharap dengan adanya pemadanan data ini, masyarakat bisa dengan mudah mengakses layanan pemerintah,” ungkap Penjabat Bupati.
Menanggapi antusiasme dari pemerintah desa, Penjabat Bupati mengumumkan bahwa awal September akan menjadi titik awal pemadanan data masyarakat desa, yang merupakan pemekaran dari Desa Danger. Desa Kumbang ditetapkan sebagai desa pertama yang akan menerapkan program ini. “Kumbang menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pengelolaan data yang tepat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Penjabat Bupati menjelaskan bahwa pemadanan data ini akan memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintah, termasuk layanan kesehatan. “Keterpaduan data sangat penting untuk menjamin kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” tegasnya.
Terkait dengan inisiatif Desa Cantik, Penjabat Bupati memberikan arahan kepada sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir, agar lebih banyak Desa Cantik dapat dibentuk di Lombok Timur, minimal satu di setiap kecamatan. “Kita harus bergerak bersama untuk mewujudkan lebih banyak desa yang mencintai statistik,” ujarnya. Langkah ini diharapkan dapat mewujudkan keterpaduan data secara bertahap.
Program Desa Cantik merupakan upaya percepatan dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meningkatkan kompetensi aparatur desa dalam mengelola dan memanfaatkan data. Dengan demikian, perencanaan pembangunan di tingkat desa dapat lebih tepat sasaran. Kepala BPS Lombok Timur, Muhadi, menekankan bahwa hal ini sejalan dengan peran penting data dalam pengambilan keputusan. “Data yang akurat adalah fondasi dari setiap keputusan yang diambil,” katanya.
Program Desa Cantik juga menegaskan pentingnya desa sebagai penyedia data statistik yang akurat dan dapat dipercaya. Tujuan akhirnya adalah untuk menghasilkan data statistik yang berkualitas di tingkat desa, sehingga keputusan yang diambil dapat didasarkan pada data yang valid.
Desa Kumbang dipilih sebagai lokasi program ini karena telah meraih berbagai prestasi di tingkat nasional, termasuk sebagai desa dengan keterbukaan informasi dan desa anti korupsi. Muhadi berharap prestasi Desa Kumbang akan semakin lengkap dengan pencapaiannya sebagai Desa Cantik tingkat nasional. “Kami optimis Desa Kumbang dapat meraih pengakuan di tingkat nasional,” ujarnya. Penilaian untuk Desa Cantik tingkat nasional dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Oktober ** mendatang.














