close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

24.6 C
Jakarta
Kamis, Januari 22, 2026

Diburu Pemburu Selfie dan Camper, Gerbang Langit Kian Ramai Jelang Tahun Baru

(PorosLombok.com) — Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, kawasan wisata alam Gerbang Langit mulai dipadati pengunjung. Destinasi yang berada di kawasan perbukitan ini menjadi salah satu pilihan warga untuk menghabiskan waktu libur akhir tahun.

Peningkatan kunjungan terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Pengunjung datang tidak hanya untuk berwisata singkat, tetapi juga untuk menikmati suasana alam bersama keluarga maupun kelompok komunitas.

Gerbang Langit dikenal dengan panorama perbukitan terbuka yang menyuguhkan pemandangan Gunung Rinjani dari ketinggian. Kondisi tersebut menjadikan lokasi ini favorit untuk swafoto, bersantai, hingga kegiatan berkemah.

Owner Gerbang Langit, Iskandar, mengatakan lonjakan pengunjung paling terasa pada akhir pekan. Sabtu dan Minggu menjadi waktu kunjungan tertinggi dibanding hari biasa.

“Pengunjung biasanya ramai di hari Sabtu dan Minggu. Ada yang datang bersama keluarga, ada juga dari komunitas,” ujar Iskandar, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, dibandingkan hari-hari normal, jumlah pengunjung saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya hanya belasan orang, kini jumlahnya meningkat tajam.

“Biasanya 10 sampai 20 orang per hari. Sekarang sudah sampai 50 hingga 70 orang,” katanya.

Menurut Iskandar, sebagian besar pengunjung memilih datang untuk menikmati pemandangan dan berfoto. Namun, tidak sedikit pula yang memanfaatkan area camping ground untuk bermalam.

Aktivitas berkemah menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi komunitas dan pengunjung yang ingin menikmati suasana alam lebih lama menjelang malam pergantian tahun.

Terkait tarif, pihak pengelola masih memberlakukan harga standar. Untuk pengunjung yang berkemah, biaya yang dikenakan berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per tenda.

Sementara itu, untuk anak-anak, pihak pengelola tidak memberlakukan tarif masuk. Kebijakan tersebut diterapkan karena kunjungan anak-anak umumnya bersifat rekreasi sekaligus edukasi.

“Kalau anak-anak biasanya dibawa guru untuk rekreasi dan edukasi. Di sini mereka bisa melihat langsung perbukitan dan Gunung Rinjani dari atas bukit,” tutup Iskandar.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

IKLAN
TERPOPULER