LOMBOK TIMUR-Pandemi Covid-19 bukan hanya membuat orang kehilangan pekerjaan, Tapi tak sedikit dari mereka yang kehilangan orang tersayang, Termasuk anak-anak yang menjadi yatim piatu akibat pandemi Covid-19 di Lombok Timur.
Dari data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) per 25 Agustus 2021, sekitar 8.396 anak yatim akibat Covid-19, Sementara Kemensos melalui Dirjen Rehabsos, terdata sebanyak 8.274 anak kehilangan sosok orang tua, sehingga Kemensos mendorong daerah mendata anak yatim piatu akibat COVID-19.
menyikapi hal tersebut Dinas Sosial Lotim melakukan Pendataan kepada anak yatim Piatu, sehingga sampai saat ini terdapat 57 anak yang terdata, pendataan anak yatim piatu tersebut menindaklanjuti surat dari Kementerian Sosial (Kemensos). Mereka rencananya akan mendapatkan bantuan beasiswa bagi anak yang masih sekolah.
Bantuan diberikan agar para anak yatim piatu ini tetap bisa melanjutkan pendidikan. Namun, Ahyan belum bisa memastikan jenis bantuan itu, apakah berupa uang tunai atau bantuan lain seperti sembako. .
“Saat ini kita sudah mendata sekitar 57 anak yatim atau piatu di 12 Kecamatan, Pendataannya masih berjalan,”kata Sekretaris Dinas Sosial Lotim, Ahyan kepada Poros Lombok, jum,at (3/9/2021).
Lebih lanjut Ahyan menjelaskan,
ada tiga hal yang menjadi fokus utama pada program tersebut yakni, pendidikan, kesehatan dan kehidupan sosial dari anak-anak tersebut, Nantinya data yang telah masuk tersebut juga akan dikirimkan ke pusat untuk dijadikan acuan.
“Pendidikan menjadi fokus utama pada program tersebut, sehingga anak tersebut semoga dijamin pendidikan dasarnya,”jelasnya.
Sadar akan Banyaknya masyarakat yang akan mengklaim keluarganya meninggal karena covid, padahal tidak, Dinsos mewanti-wanti dengan terus mengambil data dari Satgas Kabupaten, sehingga bantuan tersebut tepat sasaran.
“Kami akan wanti-wanti hal tersebut dengan menggandeng Satgas,”tutupnya. (*)

















