FKAK Desak Penunjukan Direktur RSUD NTB Berbasis Rekam Jejak Nyata

FKAK NTB ingatkan Pemerintah Provinsi agar menunjuk Direktur RSUD NTB berdasarkan rekam jejak manajerial yang jelas dan menjauhi faktor kedekatan personal,

PorosLombok.com – Forum Komunikasi Aktivis Kesehatan (FKAK) NTB mendesak Pemerintah Provinsi NTB agar selektif dalam menunjuk Direktur RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat guna menjamin mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

​Lembaga ini menyoroti posisi pimpinan rumah sakit pelat merah tersebut sebagai jabatan strategis yang membutuhkan nakhoda dengan kompetensi manajerial mumpuni di tengah kompleksitas masalah kesehatan daerah.

​Koordinator FKAK NTB Abdul Hafidzirrahman menegaskan bahwa mekanisme penentuan figur pemimpin rumah sakit terbesar di wilayah ini tidak boleh mengabaikan standar profesionalitas demi kepentingan politik sesaat.

​“Direktur rumah sakit memiliki peran sangat strategis karena mengelola sumber daya manusia, sistem keuangan, hingga memastikan seluruh pelayanan berjalan sesuai regulasi,” katanya.Kamis (05/03/2026).

​Aktivis kesehatan tersebut menilai tantangan yang dihadapi instansi medis saat ini menuntut keberadaan pemimpin yang tidak sekadar paham urusan medis, tetapi juga ahli dalam tata kelola birokrasi.

​Kapasitas personal calon direktur menjadi variabel penentu dalam menekan angka komplain pasien serta meningkatkan efektivitas koordinasi antar unit layanan di internal rumah sakit milik pemerintah itu.

​“Memimpin rumah sakit sebesar RSUD NTB tidak cukup hanya bermodal gelar, namun butuh orang yang memahami ritme pelayanan serta memiliki pengalaman teruji,” ujarnya.

​Hafiz mewanti-wanti agar pengambil kebijakan menghindari praktik nepotisme atau penunjukan berdasarkan faktor hubungan emosional yang berpotensi merusak integritas sistem kesehatan nasional di daerah.

​Penempatan pejabat yang tidak tepat dikhawatirkan bakal memicu kemunduran standar layanan kesehatan serta memperlemah kepercayaan publik terhadap fasilitas pengobatan milik negara di wilayah NTB.

​“Harapan kami sederhana, pimpinan daerah memilih berdasarkan kompetensi dan rekam jejak nyata, bukan karena faktor kedekatan personal tertentu saja,” jelasnya.

​Sinergi antara visi kepemimpinan yang kuat dengan pemahaman teknis lapangan menjadi syarat mutlak bagi calon direktur untuk membawa perubahan signifikan pada kualitas manajemen rumah sakit rujukan.

​“Penunjukan direktur yang tepat akan memastikan seluruh persoalan manajemen terurai sehingga masyarakat mendapatkan hak layanan kesehatan yang maksimal dan profesional,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU